2019-01-23

USAI pelajaran di salah satu Taman Kanak-kanak di Purworejo, seorang guru bertanya kepada para siswanya tentang cita-cita mereka. Ada yang ingin jadi guru, ingin jadi dokter, dan lain-lain. Seorang siswa bernama Dani menjawab, ingin jadi penjaga konter HP. Alasannya, agar selalu bisa bermain HP sepanjang hari.

Kiriman:
Aris Irianti, SMPN 3 Purworejo, Jalan Mardi Husada 3 Kutoarjo 54212

2019-01-22

RUANG guru di sekolah kami terletak di ujung utara, sedangkan ruang kelas X IPS ada di ujung selatan bagian timur. Setiap terdengar bel tanda jam pertama dimulai atau tanda pelajaran setelah istirahat dimulai, ada kebiasaan guru yang akan mengajar kelas X IPS mengajak guru-guru yang lain dengan mengatakan, Ayo yang akan mengajar di Australia berangkat bareng-bareng.

Kiriman:
Drs Wiyana MPd, SMA Negeri 1 Semanu Gunungkidul 55893

2019-01-21

SEKITAR pukul 17.00, ayam dan kalkun piaraan saya mendadak ribut tidak karuan dan berlarian kesana kemari, bahkan ada yang saling bertabrakan. Setelah agak lama saya amati dan saya lihat ke atas, ternyata ada layang-layang besar berwarna hitam dan berekor panjang, terbuat dari plastik.

Kiriman:
Sukiman, Tuksongo RT 001 RW 005 Borobudur, Magelang 56553

2019-01-20

SEORANG teman yang baru saja bertugas menunggui tes CPNS, bersama teman-teman lain berangkat jagong manten. Keesokan harinya, kantor heboh karena muncul informasi bahwa ada seorang tamu yang menyumbang dengan amplop berisi honor sekitar Rp 200 ribu, lengkap dengan nama dan NIP si penerima honor. Ternyata, sehari sebelumnya seorang teman memang keliru memasukkan amplop sumbangan.

Kiriman:
Eko Triyanto, Nanggulan Sendangagung, Minggir Sleman 55562

2019-01-17

SEORANG driver ojek online menerima order untuk menjemput pelanggan. Sang pelanggan bertanya melalui chat, karena titik map drivernya tidak bergerak. “Ada apa mas kok berhenti di situ?” “Sebentar mbak saya pakai masker dulu.” “Banyak debunya ya mas?” Sang driver menjawab: “Bukan, itu melewati rumah mantan saya!!” Ternyata maskernya bukan untuk melindungi wajah dari debu tetapi untuk berlindung dari sang mantan, ada-ada saja.

Kiriman:
Wigih Angkoro, Singosaren Lor WB I/994A Yogyakarta

2019-01-15

KEJUARAAN atletik BPD DIY di Stadion Mandala Krida Yogyakarta beberapa waktu lalu ada yang unik. Selain ditonton lebih dari 3 ribu penonton dan dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga diikuti atlet bernama unik, yakni Garuda Pancasila.

Kiriman:
Aries Priyanto, Sekum PASI DIY. Sumberagung, Moyudan, Sleman

2019-01-13

PAK Gito, teman saya di Paguyuban Pagar Kaki Langit DIY, bercerita bahwa tahun 1980-an ketika ia masih menjadi guru SD, sering disebut Pak Petruk, karena perawakannya kurus tinggi. Saat sampai di sekolah, ada murid yang berkata, ”E... Petruk teka. Petruke teka.” Spontan ia turun dari sepeda onta, kerah baju anak itu dipegang dan diangkat. Pak Gito kemudian bergumam, ”Apa jadinya kalau hal itu saya lakukan sekarang, ya...?”

Kiriman:
Efiyati, Jeruklegi RT 22/529 Banguntapan Bantul 55198

2019-01-12

Mlati Sleman mempunyai tiga jurusan, yaitu TKR, Farmasi, dan TSM. Ada satu orangtua siswa yang punya empat anak, tiga di antaranya dimasukkan jurusan TKR, Farmasi, dan TSM, berurutan sesuai urutan pembukaan pendirian jurusan-jurusan tersebut. Dua anak sudah lulus tahun 2015 dan 2017, anak ketiga masih duduk di kelas X.

Kiriman:
Suharyadi, Wonosari Wedomartani, Ngemplak Sleman

2019-01-11

DALAM ulangan akhir atau penilaian akhir semester untuk Sekolah Dasar belum lama ini, ada soal (nomor 21-30) dengan perintah sebagai berikut: Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar. Salah satu siswa SD tempat teman saya mengajar, mengisi semua soal nomor 21-30 dengan jawaban ”benar”.

Kiriman:
Lestariyanto, Garon RT 02 Panggungharjo, Sewon Bantul 55188

2019-01-09

YOGYAKARTA tahun 1970-an, becak merajai jalanan. Sekitar tahun 1980, colt campus yang merajai jalanan Yogyakarta. Sekarang, yang merajai jalanan Yogyakarta adalah ojek online. Mereka menangan di jalanan, tetapi juga menjadi dewa penolong bagi yang membutuhkan.

Kiriman:
Hormat P, Jadara VI/2 Babarsari Catururtunggal, Depok Sleman

2019-01-07

KETIKA teman saya mengokulasi batang mangga, jari telunjuknya tergores pisau. Karena lukanya cukup dalam, ia menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit. Selesai menjahit luka, paramedis berkata, ”Tidak apa-apa. Bagus, ini goresannya rapi.” Teman saya bertanya-tanya, ”Kena musibah kok malahbagus?”

Kiriman:
Nani Pratiwi, Ketandan RT 02 Banguntapan Bantul 55198

2019-01-07

KETIKA teman saya mengokulasi batang mangga, jari telunjuknya tergores pisau. Karena lukanya cukup dalam, ia menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit. Selesai menjahit luka, paramedis berkata, ”Tidak apa-apa. Bagus, ini goresannya rapi.” Teman saya bertanya-tanya, ”Kena musibah kok malah bagus?”

Kiriman:
Nani Pratiwi, Ketandan RT 02 Banguntapan Bantul 55198

2019-01-06

BULAN Februari mendatang, sekolah saya mengadakan studi tour ke Malang. Karena ibu saya sudah membayar biayanya, tugas saya mengumpulkan uang saku dengan cara menyisihkan uang jajan dan mencari honor tulisan. Setelah saya hitung-hitung, ternyata sudah dapat Rp 200.000.

Kiriman:
Bagus Wisnuaji, SMPN 1 Temon, Kulonprogo 55654

2019-01-05

SAYA belum lama ini mengantarkan keponakan sunat di wilayah Seyegan Sleman. Keponakan saya sangat ketakutan, sampai keluar keringat dingin. Dengan ramah, bong supit bertanya tentang nama, kelas dan sekolah. Lalu ia mengusap muka keponakan saya sambil berkata, Wis, saiki merem. Tidak sampai 10 detik, ponakan saya sudah tertidur pulas.

Kiriman:
Triyanto, Topadan Klawisan RT 01 RW 29 Margoagung, Seyegan Sleman 55561

2019-01-03

SAYA seorang driver ojek online, Kamis 17 Desember 2018 siang mendapat order dari seorang perempuan cantik. Ternyata saya tidak disuruh mengantar dia, tetapi diajak ke kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Saya dijadikan objek tes IQ ujian psikologi. Selesai tes, saya diberi uang Rp 100.000.

Kiriman:
Waluyo, RT 21 RW 10 Temon Wetan, Temon Kulonprogo 55654

BERITA LOKAL

SERBA SERBI