2016-09-28

SEORANG pesepeda ketika ngonthel di Siluwok antara Wates-Purworejo dari Timur ke Barat memotong jalan untuk belok ke Utara, roda belakangnya diseruduk sepeda motor dari arah Timur. Pengonthel pun jatuh dan berteriak, "Waduh rontok gigi saya..." Warga sekitar lantas menolong dan menjadi saksi kesepakatan pengendara motor yang menanggung pengobatan Rp 1 juta dan baru dibayar Rp 700.OOO, sisanya Rp 300.000 dibayar hari berikutnya. Si pengonthel yang dahinya lecet saat pulang sempat tertawa geli, karena yang rontok bukan gigi beneran, tapi gigi palsu, sehingga orang merasa kasihan.

Kiriman:
Subagyo, Jalan Srikaloka No 7 Bugisan Patangpuluhan Wirobrajan Yogya

2016-09-26

BELI telur di sebuah warung di Jalan Sosrowijayan Yogya, seorang pemuda bertemu turis bule yang mengucap, "Hallo...! Si pemuda menjawab, "Hallo...", tapi ditambah kata-kata, "I buy some egg" sambil menunjukkan seplastik telur. Si turis pun bilang, "Oo...telur..." Dengan pengucapan huruf R yang jelas. (Kiriman : Sunaryono, Jogoyudan Jt 3/524 Yogyakarta 55232)

Kiriman:
Sunaryono, Jogoyudan Jt 3/524 Yogyakarta 55232

2016-09-24

SEORANG nenek sambil berlinang air mata membujuk cucunya yang menangis supaya mau disuapi. Namun anak itu tetap saja menangis dan tidak mau makan dengan lauk telur. Nenek itu pun bergumam, "Dulu ketika nenek masih kecil, sering nangis karena lauk telur satu dibagi empat, kadang enam, bahkan sering rebutan. Eee anak sekarang makan dengan lauk telur satu utuh saja kok ya masih nangis..." (Kiriman Hinu S, Keparakan Kidul MG I/1078 Yogya 55152)

Kiriman:
Hinu S, Keparakan Kidul MG I/1078 Yogya 55152

2016-09-23

SAAT ada razia lalulintas di sebuah pertigaan, seorang pengendara sepeda motor tua tahun 1979 berhenti di bawah sebuah pohon mahoni pinggir jalan. Karena terlalu asyik memperhatikan razia, pengendara itu tidak menyadari bahwa di balik pohon mahoni tersebut ternyata berdiri seorang polisi yang berjaga dan langsung menepuk pundaknya dari balik pohon. Usut punya usut, ternyata si pengendara itu berhenti karena takut ada razia mengingat tidak memiliki SIM dan STNK, serta lampu utama dan lampu seinnya juga mati semua. (Kiriman : Eniek Srimulyani, SMK 17 Temanggung, Jalan Dr Soetomo 35 Temanggung)

Kiriman:
Eniek Srimulyani,

2016-09-23

SAAT ada razia lalulintas di sebuah pertigaan, seorang pengendara sepeda motor tua tahun 1979 berhenti di bawah sebuah pohon mahoni pinggir jalan. Karena terlalu asyik memperhatikan razia, pengendara itu tidak menyadari bahwa di balik pohon mahoni tersebut ternyata berdiri seorang polisi yang berjaga dan langsung menepuk pundaknya dari balik pohon. Usut punya usut, ternyata si pengendara itu berhenti karena takut ada razia mengingat tidak memiliki SIM dan STNK, serta lampu utama dan lampu seinnya juga mati semua. (Kiriman : Eniek Srimulyani, SMK 17 Temanggung, Jalan Dr Soetomo 35 Temanggung)

Kiriman:
Eniek Srimulyani, SMK 17 Temanggung, Jalan Dr Soetomo 35 Temanggung

2016-09-21

SEORANG eyang kakung di Depok Sleman mengatakan, dulu sekitar tahun 1953-an, banyak tiang listrik ditempeli tulisan dalam huruf Jawa yang artinya 'Awas Listrik, Sing Ngemek Mati'. Penulisnya mengingatkan dua hal, yakni bahaya sengatan arus listrik dan perlunya pelestarian huruf Jawa yang unik, karena ada pedoman 'aksara Jawa yen dipangku mati',

Kiriman:
Drs Krismanto, Perum Puri Citra Indah B4 Sanggrahan RT 01/RW 08 Condongcatur Depok Sleman 55283

2016-09-20

SAAT tidur malam, sepasang suami istri warga Ngentak Sleman terbangun akibat suara ledakan beruntun dari arah dapur. Dengan jantung berdebar keduanya berjalan perlahan menuju dapur. Betapa terkejutnya mereka, mendapati kompor masih menyala dan dapur kotor akibat telur-telur 'mbledhos' berwarna hitam legam gara-gara direbus 4 jam. (Kiriman : Deti Prasetyaningrum MTsM Ngentak, Jalan Pokoh Wedomartani Ngentak Sleman 55584)

Kiriman:
Deti Prasetyaningrum, MTsM Ngentak, Jalan Pokoh Wedomartani Ngentak Sleman 55584

2016-09-17

BAK belakang truk atau pick up sering terdapat tulisan unik-unik. Tapi saat sebuah mobil pick up melintas di Jalan Ringroad Selatan Yogya, tulisan di bak belakangnya berupa doa sekaligus ratapan, yakni "Gusti Allah Kula pun Paringi Kuat Mlarat". (Victoria Wikanti Widaninggar, Sagan GK V/936 Yogyakarta 55223)

Kiriman:
Victoria Wikanti Widaninggar, Sagan GK V/936 Yogyakarta 55223

2016-09-14

PEKARANGAN milik seorang warga Kartasura meski dipasangi tulisan 'Dilarang Buang Sampah', tetap saja ada orang yang nekat buang sampah. Tapi setelah diberi tulisan "Di Sini Untuk Menyembelih Hewan Qurban. Yang Membuang Sampah di Sini Tidak Diberi Daging Qurban', pekarangannya lantas bebas sampah.

Kiriman:
Rhamaditya Khadifa, Perumahan Griya Kartika No A7 Pucangan Kartasura

2016-09-13

DI Banyuwangi menjelang Idul Adha selalu terjadi 'Mepe Kasur' (menjemur kasur) massal. Sebuah tradisi yang diyakini bisa menolak bala dan menambah keharmonisan rumah tangga. Acara ini menciptakan 'Konser Kasur', karena para ibuibu memukul-mukul kasur dengan rotan yang mengeluarkan suara khas untuk menghilangkan debu yang dipercaya dapat menolak penyakit dan santet

Kiriman:
Hendro Wibowo, Jalan P Diponegoro 122 Kutoarjo 54212

2016-09-11

SAAT jualan kambing piaraan di pasar hewan, seorang warga Boyolali kesal karena harga penawarannya rendah. Ia pun pulang dan sesampainya di rumah kambingnya dimandikan kemudian dikalungi ketupat. Setelah itu, ternyata harga kambingnya tinggi. Bahkan pembeli memesan kambing-kambingnya untuk kurban.

Kiriman:
RKA Rozzaq Wijaya, RT 02 RW 01 Senepo Timur 75 Kutoarjo 54212

2016-09-10

PROFESI baru yang halal tapi menguntungkan kaum wanita muncul di Pucangan, Kartasura, yakni jasa 'cabut uwan' (cabut rambut ubanan) dan 'kerokan' dengan keliling kampung atau perumahan. Pencari rezeki seperti ini mampu meraih langganan dengan biaya Rp 20.000 perorang.

Kiriman:
Rhamadirya Khadifa, Perumahan Griya Kartika No A7 Pucangan, Kartasura

2016-09-09

SUATU sore di Jalan Srandakan, Bantul, ada pria nggenjot sepeda onthel yang selalu tersenyum lebar di sepanjang jalan. Setelah diamati, pria tersebut mengenakan kaos yang bagian belakangnya bertuliskan 'Alumni RSJ Pakem Tahun 1998- 1999'.

Kiriman:
Dwi Nuryati, Nuryati, Dukuh Sukun RT 061 Patalan, Jetis, Bantul 55781)

2016-09-08

ORANG gila yang sering keluyuran di kawasan Kuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, suatu saat berteriak-teriak kemudian duduk di pinggir jalan kampung. Seorang warga yang sedang menyapu jalan melihat si gila merobek-robek uang pemberian orang kampung dan mengatakan, "Nek kowe ora edan, nyuweknyuwek dhuwit wis dicekel polisi".

Kiriman:
Sutardjo, Patangpuluhan Gang Pamularsih No 46 Yogyakarta)

2016-09-05

NIAT melaksanakan ajaran agama dengan bersedekah, mendorong seorang warga Patangpuluhan Yogyakarta keliling cari orang miskin karena para tetangganya termasuk orang kaya. Orang miskin dan pengemis yang ditemui diberinya Rp 5.000-Rp 10.000. Saat lewat depan Kantor KR, ada orang pakaiannya compang-camping langsung diberi Rp 10.000. Tapi yang diberi justru marah dan merobek-robek uangnya sambil mengatakan, "Saya bukan orang melarat tahu!" Ternyata yang diberi duit bukan pengemis tapi orang gila.

Kiriman:
Subagya, Jalan Sri Kaloka No 7 Bugisan Patangpuluhan Wirobrajan Yogyakarta

BERITA LOKAL

SERBA SERBI