2019-04-08

SETELAH bel tanda selesai ujian berbunyi, seorang siswi meminjam handphone Ibu Guru untuk pesan ojek online, karena saat itu orangtuanya tidak bisa menjemputnya. Ketika ojek datang, tukang ojek langsung menyerahkan helm kepada sisiswi, lalu memutar balik motornya dan langsung tancap gas. Siswi yang baru memakai helm, berteriakteriak memanggil Pak Ojek. Motor ojek terus melaju, meski si siswi belum naik boncengan ojek.

Kiriman:
Rini Setyani, MTsN 1 Yogyakarta

2019-04-07

KETIKA sedang berada di sawah, mendadak teman saya menjerit histeris. Saya kira dia digigit ular. Ternyata ia digigit kepiting, karena ulahnya sendiri. Mula-mula ia menggoda kepiting dengan rumput agar digigit, tetapi kepiting itu hanya diam. Ketika digoda dengan jempol tangan, kepiting itu langsung menggigitnya dan gigitan itu baru lepas setelah berulang kali dikibaskan.

Kiriman:
Cahyo M, Jalan Nyi Ageng Serang 60 Bantul

2019-04-05

SEORANG nenek penjual makanan tradisional gathot dan growol di salah satu pasar di Kulonprogo, siap berjualan. Kebetulan, anak, menantu dan cucunya sedang menginap di rumah sang nenek. Ketika akan berangkat, si cucu bertanya kepada ibunya, apa dagangan yang dijual sang nenek dan minta dibelikan. Seketika si nenek menangis, karena ia lupa menawari gathot dan growol kepada cucunya.

Kiriman:
Rika Dian Mayawati AMd, Jalan Ngogopuro Gang III/2D RT 01 RW 01 Gowok Yogyakarta 55281

2019-04-02

SAYA seorang driver, beberapa waktu lalu mendapat order go food mengantar es kelapa muda. Setelah saya serahkan es, saya bergegas meninggalkan rumahnya itu. Baru beberapa ratus meter, saya ditelepon pelanggan tadi, karena es kelapa keliru es teh. Ternyata yang saya serahkan keliru es teh punya saya, yang sama-sama tergantung di motor dengan tas kresek warna hitam.

Kiriman:
Wigih Angkoro, Singosaren Lor WB I/994A Yogyakarta

2019-04-01

KR Sabtu 23 Maret 2019 lalu memuat pengumuman hasil tes SNMPTN Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta 2019/2020. Dari sekian banyak nama yang lulus tes dan tercantum dalam pengumuman tersebut, hanya ada satu nama yang benarbenar menunjukkan cinta ilmu. Yakni Wanita Cinta Ilmu nomor pendaftaran 4190013775, yang diterima di Universitas Gadjah Mada.

Kiriman:
Ngatijah SPd, TK Jembatan Putih Jalan Pahlawan Wonosidi Kidul RT 02 RW 13 Wates Kulonprogo 55615

2019-04-01

KR Sabtu 23 Maret 2019 lalu memuat pengumuman hasil tes SNMPTN Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta 2019/2020. Dari sekian banyak nama yang lulus tes dan tercantum dalam pengumuman tersebut, hanya ada satu nama yang benarbenar menunjukkan cinta ilmu. Yakni Wanita Cinta Ilmu nomor pendaftaran 4190013775, yang diterima di Universitas Gadjah Mada.

Kiriman:
Ngatijah SPd, TK Jembatan Putih Jalan Pahlawan, Wonosidi Kidul RT 02 RW 13 Wates Kulonprogo 55615

2019-03-29

SEPEDA onthel teman saya rusak bagian as roda depan, kalau diputar maju tidak bisa tetapi kalau diputar ke belakang bisa. Terpaksa teman saya menuntun sepedanya ke bengkel yang jauhnya sekitar 200 meter, dengan cara sepeda berjalan ke arah belakang. Ketika menyeberang jalan, sepeda dituntun seperti biasa, tetapi roda depan harus diangkat.

Kiriman:
P Suyatno, Milir RT 10 RW 5 Kedungsari, Pengasih Kulonprogo 55652

2019-03-28

WAKTU saya sekolah di Sekolah Rakyat (sekarang SD Prembulan Brosot Kulonprogo), saya pernah dihukum oleh Pak Guru, karena salah mengerjakan pelajaran berhitung (dulu Sendi Hitung). Saat itu saya dihukum mengelilingi papan tulis 20 kali sambil berkata, ”Saya anak kemplu.” Sampai sekarang, kalau lewat sekolah itu, saya selalu teringat hukuman tersebut.

Kiriman:
Rahayu Ruminatun, Mancasan Lor 114 RT 04 RW 15 Dero Condongcatur, Depok Sleman 55283

2019-03-26

KETIKA teman saya mengunjungi mertuanya di Klaten, disuguh kripik tempe buatan tetangganya. Ia penasaran dengan pemberian label pada kemasannya ”Kripik Tempe 5758”, maka bertanyalah ia kepada mertuanya mengapa diberi embelembel empat angka. Mertuanya mengatakan bahwa pengusaha itu menginginkan usahanya semakin sukses dan terus berkembang, sehingga 5758 itu merupakan doa dan harapannya ”Maju Mapan”.

Kiriman:
Drs Wiyana MPd, SMA Negeri 1 Semanu Gunungkidul 55893

2019-03-24

TEMANKU punya dua anak. Yang satu berumur lima tahun dan yang kecil tiga tahun. Ketika si kecil panas, temanku membelikannya obat. Sebelum berangkat, ia berpesan kepada anaknya yang berumur lima tahun, kalau adiknya panas supaya dikompres dengan air yang sudah disiapkan. Ternyata si adik tidak hanya dikompres di bagian dahi tetapi di seluruh tubuhnya, sampai kedinginan. ”Biar cepat sembuh,” katanya.

Kiriman:
Sufyansuri SET,, Minggiran Mj II/1377 Yogyakarta)

2019-03-23

PILIH caleg yang ini saja, begitu iklan yang ditulis di sebuah warung di seputar Pasekan JalanWates Yogyakarta. Ternyata caleg yang ini bukan calon legislatif, tetapi kependekan dari cao legendaris, minuman es jadul yang menyegarkan.

Kiriman:
Endah Setyaningsih, Wiyoro Lor RT 04 Baturetno Banguntapan Yogyakarta 55197

2019-03-22

Ternyata masker bukan hanya digunakan saat hujan abu vulkanik saja. Tapi masker dan topi, kini digunakan untuk menyembunyikan rasa malu, yaitu untuk menutupi wajah tersangka pelanggaran hukum, seperti koruptor, bandar narkoba, prostitusi online dan pelaku lainnya.

Kiriman:
Hendro Wibowo, Jalan P Diponegoro 122, Kutoarjo 54212

2019-03-18

KETIKA dua keponakanku yang pintar berbahasa Inggris berkunjung ke rumah, saya pun iseng bertanya: ”Bahasa Inggrisnya cerdas itu apa ya le?” Salah satunya menjawab, ”Smart dhe.” ”Lha kalau gitu Gareng, Petruk, Bagong bahasa Indonesianya apa?”. Mereka berdua ngakak. ”Smart dhe. Bukan Semar..” Nih saya tuliskan S.M.A.R.T.

Kiriman:
M Wahib, Sangularan Sumberrejo Tempel Sleman

2019-03-17

BEBERAPA pekerjaan atau profesi di Kecamatan Ngawen Gunungkidul punya sebutan yang unik. Penjual es keliling disebut pegawai pengairan, sedangkan simbah yang momong cucu disebut MC. Paling keren, tukang pijat disebut pemain orjen, sehingga ketika sedang memijat disebut sedang pentas atau menerima tanggapan.

Kiriman:
WA Agung, Sambeng 4 Sambirejo, Ngawen Gunungkidul 55853

2019-03-16

SABTU Kliwon 9 Februari 2019, seorang bapak di Janturan Warungboto Yogyakarta sepulang salat Magrib menginjak kepala ular di halaman rumahnya. Kemudian anak si bapak itu spontan menaburi garam dan kapur barus, agar tidak ada lagi ular dan tikus di tempat itu. Sejak saat itu, memang tidak ada lagi ular dan tikus di sekitar tempat tersebut.

Kiriman:
Winaryo Amanu, Janturan UH 4/446A RT 17 RW 04 Yogyakarta 55164

BERITA LOKAL

SERBA SERBI