Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 21 Mei 2019 / 17:30 WIB

Kasus Pencemaran Lingkungan, Polres Klaten Didesak Segera Tetapkan Tersangka

KLATEN, KRJOGJA.com - Perwakilan sejumlah komunitas pecinta lingkungan hidup mendatangi Polres Klaten, Selasa (21/5/2019). Mereka mendesak polisi untuk segera menetapkan tersangka dan menuntaskan kasus pencemaran lingkungan, penangkapan ikan menggunakan racun di Sungai Bengawan Solo, Serenan, Juwiring, Klaten.

Arif Fuad Hidayah dari Komunitas Sekolah Sungai Klaten, Yudi dari Komunitas Sekolah Alam Bengawan Solo, Arif Munandar dari Sedulur Mancing Mania Klaten, dan Taufik Rahmat Hidayat dari komunitas mancing Pamili mengatakan, sekitar dua minggu lalu sejulah komunitas bersama warga melakukan penggrebegan, dan berhasil mengamankan 9 orang pelaku penangkapan ikan menggunakan racun, di Sungai Bengawan solo, Desa Serenan.

“Pukul 02.00 WIB dinihari sekitar 50 orang anggota komunitas dan lebih dari 50 orang warga megggrebeg pelaku . Mereka berkelompok ada sekitar 30 orang, tetapi ayg ebrhasil kami amankan 9 orang, lainya kabur,” kata Taufik.

Selain menyerahkan para pelaku pada polisi, mereka juga menyerahkan barang bukti sejumlah sepedamotor, peralatan penangkapan ikan, dan ikan mati yang jumlahnya sangat banyak. Namun demikian, hingga kemarin polisi belum menetapkan tersangka.

“Prihatin, Polres kayaknya maju mundur, infonya sudah dilimpahkan ke Polres tapi Polres bilang belum, juga belum ada tersangka padahal sudah dua minggu. Barangbukti katanya kurang mendukung, barang bukti juga malah ada yang hilang. Katanya pelaku ditahan, nyatanya juga tidak. Ini polisi serius ga sih,” kata Arif Fuad Hidayah.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi mengemukakan, Polres Klaten komitmen secara penuh untuk  menegakkan hukum terkait kejahatan lingkungan hidup. Selain itu akan melakukan tahapan-tahapan yang diperlukan dalam penyidikan tindak pidana tersebut.

“Tahapan yang sudah dilakukan saat ini adalah koordinasi dengan kejaksaan untuk rencana tindaklanjut, sehingga kami berani menetapkan tersangka, dan melengkapi kebutuhan barang bukti yang lain,” kata Kasat Reskrim.

Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan saksi ahli, untu menentukan dampak secara signifikan,  apakah zat yang dibawa oleh terduga menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan.

“Sampai sekarang belum ada tersangka, tetapi terlapor sudah ada. Dugaan barang bukti yang sudah masuk, zat yang diduga racun dan ikan yang mati. Kita belum menentukan ikan ini mati karena apa. Masih kita simpan dalam freezer agar tidak busuk. Nanti kita akan gelar perkara lagi untuk menentukan pasal yang tepat,” jelas Kasat Reskrim. (Sit)