Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 21 Mei 2019 / 20:50 WIB

Kebutuhan Uang Pecahan Baru Lebaran Solo Raya Rp 5,4 Triliun

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Kebutuhan uang pecahan baru selama Lebaran 2019 untuk wilayah Solo Raya diprediksi sekitar Rp 5,4 triliun. Kebutuhan tersebut sudah dipenuhi Bank Indonesia Solo dengan menyediakan 150 tempat pelayanan resmi penukaran uang pecahan baru pada masyarakat di Solo Raya. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan penukaran uang pecahan baru disembarang tempat karena rawan pelanggaran seperti peredaran uang palsu (upal).

Kepala Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Kantor Pimpinan BI Solo Bakti Artanta saat membuka kegiatan penukaran uang pecahan baru di pendapa Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Selasa (21/5/2019) mengatakan, kebutuhan uang pecahan baru di masyarakat selama puasa Ramasan hingga Lebaran nanti diperkirakan sangat tinggi. BI Solo memprediksi sebesar Rp 5,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu sebesar Rp 5,2 triliun.

Setiap tahun di masyarakat ada peningkatan kebutuhan uang pecahan baru sekitar 5 - 6 persen. Angka tersebut cukup tinggi untuk wilayah Solo Raya. BI Solo selalu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama puasa Ramadan hingga Lebaran.

"Pada tahun 2018 lalu kami estimasi kebutuhan uang pecahan baru selama puasa Ramadan hingga Lebaran sekitar Rp 5 triliun untuk wilayah Solo Raya. Namun ternyata dalam realisasinya naik menjadi Rp 5,2 triliun. Sedangkan pada tahun 2019 diprediksi naik lagi Rp 5,4 triliun," ujarnya.

BI Solo dalam setiap puasa Ramadan dan Lebaran tidak hanya menyediakan pemenuhan uang pecahan baru sendiri namun juga melibatkan bank lainnya. Hal itu dilakukan tidak hanya sebagai usaha pemenuhan kebutuhan uang pecahan baru untuk masyarakat saja, namun juga jaminan keamanan dalam melakukan transaksi.

Uang pecahan baru yang disediakan oleh BI Solo dan banl lainnya dalam bentuk cetakan baru. Total ada 150 titik tempat pelayanan disediakan untuk masyarakat dalam menukarkan uang pecahan baru di wilayah Solo Raya.

"Tempat pelayanan masyarakat dibuka sebanyaknya baik di kantor bank, kas pelayanan keliling, pusat keramaian dan kas kantor kabupaten. Semua itu untuk mendekatkan jangkauan dan kemudahan pelayanan," lanjutnya.

Khusus untuk pelayanan penukaran uang pecahan baru menggunakan mobil keliling disediakan sebanyak enam unit. Total uang disediakan di mobil pelayanan keliling tersebut sebanyak Rp 2,6 miliar.

"Petugas tidak membatasi penukaran uang pecahan baru dari masyarakat tapi untuk pemerataan agar semua masyarakat bisa melakukan penukaran maka perorangan bisa menukarkan maksimal Rp 4.400.000. Kalau di bawah angka itu boleh," lanjutnya.

Bakti Artanta menambahkan, masyarakat saat melakukan penukaran uang tidak diperkenankan menukarkannya disembarang tempat. Sebab pada saat puasa Ramadan dan Lebaran banyak bermunculan jasa penukaran uang.

"Kalau tukar uang di pinggir jalan ada biaya yang dikenakan jasa, jumlah juga belum tentu pas, dan rawan pelanggaran uang palsu," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, fasilitas yang disediakan BI Solo dan bank lainnya sangat membantu masyarakat dalam melakukan penukaran uang pecahan baru. Sebab pada saat puasa Ramadan hingga Lebaran banyak terjadi transaksi di masyarakat. Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi karena bank sudah menyediakan tempat resmi.

"Penukaran uang pecahan baru dapat dilakukan masyarakat baik di kantor bank maupun mobil pelayanan keliling yang sudah disediakan bank," ujarnya. (Mam)