Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 21 Mei 2019 / 13:18 WIB

H - 10, Jalan Nasional Bebas Lubang

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah Kementerian PUPR terus memperbaiki ruas jalan nasional Jawa Tengah bagian Selatan hingga batas Yogyakarta. Ruas utama jalur selatan Jawa itu ditargetkan bebas lubang pada H - 10 lebaran.

Sejumlah tim pemeliharaan disebar untuk merazia dan menambal lubang. Pemerintah juga melelang beberapa paket efektif rekonstruksi ruas tersebut. "Untuk menghadapi lebaran, target kami adalah jalan bebas lubang pada H - 10, sehingga aman dilintasi pemudik," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Batas Yogyakarta - Kebumen - Wangon Satker PJN II Jateng, Yafoor Sulaiman, kepada KRJOGJA.com, Selasa (21/05/2019).

Setelah penangan rutin beberapa bulan terakhir, katanya, kondisi ruas sudah baik dan aman dilintasi pemudik. Meski demikian, Yafoor mengakui jika lubang akan terus muncul selama ruas digunakan dan ditangani dengan pemeliharaan rutin atau peningkatan ruas.

Selain itu, beberapa ruas jalan nasional juga dalam kondisi tidak rata sehingga kurang nyaman dilintasi. Beberapa titik terdapat di antara ruas Purworejo - Karangnongko dan Kebumen - Kutoarjo. "Untuk jalan tidak rata akan ditangani setelah lebaran dengan kegiatan rekonstruksi, tapi jalan tersebut akan kami pastikan bebas dari lubang," tegasnya.

Pelayanan terhadap pengguna jalan juga dilakukan dengan mencetak ulang marka jalan, merapikan bahu jalan dan mengecat jembatan. "Bahu jalan harus bebas rumput tinggi yang berpotensi mengganggu pandangan, marka jalan yang kurang jelas juga kami buat lagi," terangnya.

Menurutnya, untuk paket rekonstruksi baru bisa dilaksanakan setelah lebaran karena penanganan saat arus mudik dan balik akan mengganggu pengguna jalan. Yafoor mengemukakan, pemerintah berencana membuat jalan beton pada beberapa ruas yang tidak rata, seperti Simpang Pendowo - Jembatan Bagelen sepanjang dua kilometer. "Kontrak baru jalan satu setengah bulan, prosesnya belum sampai pengecoran," ucapnya.

Sementara itu, pelaksana pekerjaan pelebaran ruas Simpang Pendowo - Jembatan Bagelen, Bayu menambahkan, jalan tersebut akan dilebarkan dari tujuh meter menjadi delapan meter. Tahap awal pekerjaan dilakukan dengan menggali bahu jalan dan menggelar agregat lapisan pondasi atas (LPA). Pembetonan jalan dilakukan setelah lebaran.

LPA akan diratakan dan diperkeras dengan mesin stoomwals. "Pemadatan LPA kami targetkan selesai mendekati lebaran, sehingga tidak mengganggu arus. Meski baru setengah jadi, lapisan itu aman biarpun ada kendaraan melintas," tandasnya. (Jas)