DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 21 Mei 2019 / 12:11 WIB

Lokomotif Uap Tahun 1898 ‘Dihidupkan’ Lagi

YOGYA, KRJOGJA.com - Salah satu sudut Balai Yasa Yogyakarta tampak sangat sibuk Selasa (21/05/2019) siang. Beberapa pekerja tampak bekerja dengan serius di sebuah lokomotif yang bentuknya kini tak lagi familiar dilihat.

Saat diselami lebih dalam, ternyata para pekerja sedang berusaha membangunkan lagi sebuah lokomotif uap tua keluaran tahun 1898 berseri D 1410. Lokomotif tersebut bukan tanpa sebab dibangunkan kembali setelah tertidur dipensiunkan operasionalnya sejak tahun 1975 lalu.

Suharyanto, koordinator restorasi mengungkap lokomotif D 1410 ini dahulu dioperasikan di kawasan pegunungan Cianjur pada medio 1900-an. Namun, lantaran usia lokomotif tersebut tak lagi digunakan sejak tahun 1975 dan dipajang sebagai monumen di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Sejak pensiun pada 1975, loko D 1410 ini jadi monumen di TMII. Sekarang karena minat wisata menggunakan kereta uap ini prospeknya bagus, maka kemudian atas perintah RI 1 akan berusaha direstorasi lagi,” ungkapnya mengisahkan.

Merestorasi loko yang tak lagi dihidupkan lebih dari 43 tahun menurut Suharyanto memiliki tantangan tersendiri dan tak mudah. Sparepart yang saat ini tak lagi diproduksi membuat tim restorasi harus mengakali dengan membuat sendiri.

“Ini tinggal kerangka saja yang masih bisa tertolong, untungnya belum habis semua. Ketel uapnya tidak diganti, dan sudah dimintakan ijin perpanjangan masa operasi, bisa dapat kira-kira 10 tahun. Catatannya hanya bisa 8 kilometer perjam, harapannya nantinya bisa sampai 12 tahun,” imbuh pria yang memang ahli kereta uap ini.

Masa pengerjaan menghidupkan kembali Loko D 1410 ini ditargetkan rampung selama 270 hari kerja atau sekitar bulan September 2019. Nantinya, loko uap ini akan dijadikan ikon wisata di Kota Solo seperti yang telah dilakukan Loko Jaladara sejak 2009 lalu.

“Kami mohon doa juga agar loko ini bisa hidup kembali, bangun dari tidur untuk mengangkut wisatawan yang main ke Solo. Harapannya bisa jadi wisata ikonik kereta uap,” pungkasnya. (Fxh)