DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 21 Mei 2019 / 13:41 WIB

Asita DIY Anggap Harga Tiket Pesawat Masih Mahal

YOGYA, KRJOGJA.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY menilai, penurunan ambang atas tarif tiket pesawat belum berdampak signifikan sehingga membuat risau pelaku pariwisata. Kendati pemerintah sudah menurunkan tarif batas
atas tiket pesawat 12 hingga 16 persen yang mulai berlaku 16 Mei 2019 ini, namun harganya masih tetap mahal.

"Kabar penurunan tarif ambang atas untuk tiket belum berdampak signifikan dan belum bisa mengembalikan kegundahan masyarakat maupun pelaku pariwisata akan mahalnya tiket pesawat. Hal ini justru cukup membuat risau pelaku pariwisata,” ujar Ketua
Asita DIY Udhi Sudiyanto di Yogyakarta, Senin (20/5).

Pelaku pariwisata khususnya travel agent di DIY sangat khawatir apabila high season libur Lebaran 2018 tidak seperti musim
musim sebelumnya karena mahalnya tiket pesawat. Padahal momen lebaran dan libur sekolah bisanya animo masyarakat cukup
tinggi sehingga bakal menggairahkan bisnis pelaku pariwisata. 

"Jika kondisi seperti ini terus terjadi, bisa saja cukup riskan bagi pariwisata DIY khususnya wisatawan yang dari luar Jawa. Karena moda transportasi utama pasti adalah dengan menggunakan pesawat,” tandas Udhi.

Asita DIY meminta keterlibatan pemerintah lebih serius untuk turun tangan mencari jalan keluar terbaik perihal penetapan ambang batas tiket pesawat tersebut. Supaya pariwisata tidak berhenti karena mahalnya tiket pesawat dan maskapai
penerbangan tidak gulung tikar karena minimnya penumpang.

"Memang harus dicari jalan tengah dan tanpa menyalahkan pihak manapun. Sebagai contoh pesawat milik asing yang beroperasi di Indonesia harga tiket pesawatnya bisa lebih murah, sementara maskapai dalam negeri kok tiketnya lebih mahal,” ujar Direktur Antar Anda Tour and Travel ini. (Ira)