Olahraga Editor : Ivan Aditya Senin, 20 Mei 2019 / 18:58 WIB

Tak Ada Dana, Arung Jeram Jateng Gagal ke Australia

PURBALINGGA, KRJOGJA.com - Kekecewaan masih menggunung di hati atlet dan pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jateng, menyusul kegagalan mengikuti World Rafting Championship (Kejuaraan dunia arung jeram) di Sungai Tully, Cairns, Queensland, Australia 14-18 Mei 2019. Sebagai  juara umum Kejuaraan Nasional Arung Jeram 2018 di Sungai Ciwulan Tasikmalaya Desember tahun lalu, atlet FAJI Jateng layak mewakili Indonesia dalam WRC di Australia tersebut.

"Masalahnya klasik. Tidak ada dana," tutur Seksi Pembinaan Prestasi Pengurus Provinsi (Pengprov) FAJI Jateng, Tri Haryanto saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (20/05/2019) petang.

Kegagalan FAJI Jateng menjadi berkah bagi tim FAJI Jawa Barat. Sebagai runner up pada Kejurnas di Tasikmalaya, tim atlet Jabar berhak menggantikan Jateng berlomba di ajang WRC Australia. "Jabar bisa mendapatkan dana. Kenapa Jateng tidak?" ujar rafter senior yang akrab dipanggil Gundul tersebut.

Menurut Tri Haryanto, karena WRC merupakan even dunia, atlet yang berlomba mestinya mewakili negara. Di tingkat negara ada KONI dan Pengurus Besar (PB) FAJI.

"Jadi pembiayaan kontingen Indonesia mestinya difasilitasi KONI atau FAJI. Kami gagal karena tidak mendapatkan dananya," ujar Tri.

Pada even WRC di Australia itu, tim junior putri U-23 Indonesia menyumbangkan emas di nomor slalom head to head, mengungguli tim kontingen Britania Raya, Jepang, Selandia Baru dan tuan rumah Australia. (Rus)