Jateng Editor : Ivan Aditya Senin, 20 Mei 2019 / 17:15 WIB

Tim Gabungan Lakukan Pemantauan

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Antisipasi peredaran bahan pangan berbahaya, tim gabungan dari berbagai dinas dan lembaga di Boyolali melakukan pemantauan di berbagai pasar selama lima hari, sejak Senin hingga Jumat, (20-24/5). Pemusnahan akan dilakukan jika ada temuan bahan pangan berbahaya yang beredar.

Hari pertama pemantauan oleh tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga kepolisian menyasar kawasan Pasar Mangu, Ngemplak. Di sana, tim menyisir sejumlah kios, toko, hingga pasar modern. Komoditas pangan seperti daging dan telur menjadi salah satu fokus pemantauan. Dari pemantauan hari pertama, tak ditemukan bahan pangan berbahaya yang beredar.

"Kebutuhan masyarakat untuk lebaran biasanya meningkat. Momen seperti sekarang terkadang dimanfaatkan oknum yang menjual barang tak layak konsumsi atau bahan pangan berbahaya untuk mengeruk keuntungan. Ini yang kita cegah, sehingga harus ada tindakan preventif," kata Kabib Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali, Hendrato Hudi.

Pemantauan bahan pangan, lanjutnya, dilakukan secara menyeluruh. Selain daging, bahan pangan kemasan juga diperiksa untuk mengetahui kelayakannya. Pemantauan akan dilakukan di seluruh wilayah Boyolali, diantaranya di sejumlah pasar tradisional di Kota Boyolali, Simo, Cepogo, Karanggede, Banyudono, dan Nogosari. Toko tradisional dan toko modern juga tak akan luput dari pemantauan dan pemeriksaan.

Dalam pengawasan ini, tim memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan bila ada temuan bahan pangan berbahaya, misal menyita dan memusnahkan bahan oangan tersebut dengan persetujuan pemilik. Kepolisian juga memiliki kewenangan untuk mengambil langkah hukum jika dinilai ada temuan atau praktik pelanggaran hukum terkait peredaran pangan tersebut.

"Kita lakukan tindakan preventif agar masyarakat terlindungi dari bahan pangan yang tak memenuhi syarat untuk dikonsumsi," tandasnya. (Gal)