DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 21 Mei 2019 / 00:40 WIB

Petugas Bandara Adisutjipto Musnahkan Barang Berbahaya

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sebanyak 2.779 barang dilarang atau prohibited items dimusnahkan petugas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Senin (20/5). Pemusnahan ini mengacu pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2019 tentang penerbangan.

Ribuan prohibited items tersebut terdiri dari 1.362 buah dangerous article seperti gunting, pisau dan obeng. Ada 974 buah dangerous goods  seperti korek gas dan korek kayu, 117 buah LAGs atau liquid, aerosol and gel serta 326 power bank.

"Semua barang tersebut berdasarkan hasil sitaan kami sepanjang Januari hingga April 2019. Barang-barang tersebut ada yang dibawa calon penumpang di tas, kabin maupun bagasi. Bahkan ada juga yang kargo dan pos," kata M Nazir selaku Airport Safety and Security Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta saat pemusnahan prohibited items di Lapangan NDB Yogyakarta, Senin (20/5).

Barang dilarang tersebut dijelaskan M Nazir merupakan barang bawaan yang ada pada penumpang dan bagasi kabin yang dilarang masuk pesawat udara. Barang yang teridentifikasi dan tergolong dalam barang bawaan, sesuai dengan PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional Bab VI, harus disita/ditahan oleh personel keamanan. Selanjutnya di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terkait powerbank dijelaskan Nazir, mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 015 Tahun 2018. Disana dijelaskan, untuk powerbank dibawah 20 ribu mAh atau 100 Wh boleh dibawa ke bagasi kabin. Powerbank antara 20 ribu-32 ribu mAh diperbolehkan seizin airlines dan harus dalam keadaan off selama penerbangan. Sedangkan yang di atas 32 ribu mAh dilarang. "Saat disita, kita sertakan tanda terima. Jadi penumpang masih dapat mengambil ke petugas maksimal satu bulan. Saat mengambil bisa diwakilkan oleh keluarga atau teman asal menunjukkan surat tanda terima tersebut," urainya. 

General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen PT Angkasa Pura dalam upaya pencegahan masuknya barang yang dilarang. Guna mewujudkan penyelenggaraan penerbangan berdasarkan pada 3S+C atau Security, Safety, Service and Compliance. (Awh)