Pendidikan Editor : Ivan Aditya Selasa, 21 Mei 2019 / 08:40 WIB

UBSI Bagi 30.000 Sepatu Gratis untuk Siswa Sekolah Dasar di Indonesia

YOGYA, KRJOGJA.com - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus menunjukkan eksistensinya pascaberubah bentuk dari Akademi menjadi Universitas. Kali ini UBSI melakukan pengabdian masyarakat ke lereng Gunung Sumbing yang dilakukan oleh UBSI Kampus Yogyakarta.

Berbeda dengan kebanyakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi, kali ini UBSI membagikan sebanyak 30.000 sepatu gratis ke siswa sekolah dasar di wilayah Indonesia. Salah satu wilayah sasaran adalah anak-anak SD di kawasan lereng Sumbing.

Rektor UBSI, Dr Mochamad Wahyudi MM MKom MPd mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai sejak Rabu (15/05/2019) hingga Senin (20/05/2019). Kampus fasilisator pembagian sepatu gratis ini adalah UBSI Yogyakarta, sedangkan sejumlah sekolah dasar yang siswanya menerima sepatu gratis dari UBSI antara lain SD MI Islamiah I, SD MI Islamiah II, SD Negeri Butuh, SD Negeri 1 Temanggung.

Ketua Panitia Erlangga Brahmanto SE MM mengungkapkan sebanyak 2 tim terlibat dalam pembagian sepatu gratis ini. Mulai dari mengukur ukuran sepatu masing-masing anak, menyiapkan sepatu, hingga membagi sepatunya.

SD Negeri Temanggung mendapat giliran pertama menerima sepatu gratis dari UBSI Yogyakarta. Semua siswa berteriak girang ketika tim UBSI mulai masuk ke sekolah dan membagikan sepatu. Kepala sekolah SD Negeri 1 Temanggung sangat antusias menerima pembagian sepatu gratis ini, karena sepatu dibagikan rata ke semua kelas.

SD MI Islamiah I dan SD MI Islamiah II menjadi tujuan pembagian berikutnya dan yang terakhir adalah SD Negeri Butuh. Inilah bukti nyata dari UBSI dalam upaya membantu masyarakat kurang mampu dan berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian masyarakat dapat berbentuk apa saja, termasuk berbagi kebahagiaan dengan memberikan sepatu untuk anak-anak tidak mampu.

Bina Sarana Informatika (BSI) resmi menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) setelah penyerahan Surat Keputusan Perubahan BSI menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Minggu, 16 September 2018. Perubahan ini sekaligus menunjukan kesiapan dalam menghadapi era disruptif dan era Revolusi Indutri 4.0.

Baca Juga : 

HUT Ke-31, Universitas BSI Undang 23 Perusahaan Jaring Calon Pekerja

BSI Resmi Jadi Universitas Bina Sarana Informatika

Surat Keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Prof Ainun Na’im PhD MBA, selaku Sekretaris Jenderal Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi kepada Pengurus Yayasan BSI, Efriadi Salim yang didampingi oleh Direktur BSI Naba Aji Notoseputro. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan rangkaian kegiatan Seminar Motivasi  (SEMOT) BSI dan disaksikan langsung oleh 8 ribu mahasiswa baru BSI tahun ajaran 2018/2019.

Sudah 30 tahun lamannya BSI telah eksis pada dunia pendidikan tinggi, tentunya perkembangan tersebut membuat BSI menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar. Dengan demikian sekitar 25 kampus se-Indonesia dan kurang lebih 40 ribu mahasiswa aktif akan bergabung. Pihak Yayasan BSI berinisiatif untuk menyatukan 21 perguruan tinggi yang dimiliki oleh BSI menjadi satu Universitas besar.

Dari 4 Fakultas Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memiliki 10 program S1 (Strata Satu), terdiri dari Teknologi Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Sastra Inggris, Ilmu atau Sains Komunikasi, Teknik atau Rekayasa Elektro, Teknik atau Rekayasa Industri. 

Serta program D3 (diploma tiga), terdiri dari 12 program studi, yakni Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi, Teknologi Komputer, Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Administrasi Bisnis, Manajemen Pajak, Perhotelan, Bahasa Inggris, Kehumasan, Penyiaran dan Periklanan. (*)