DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Mei 2019 / 15:21 WIB

Zonasi PPDB Sleman Gunakan 3 Jalur

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sleman baru akan dilangsungkan 1-3 Juli nanti. Namun sejak saat ini dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman terus gencar melakukan sosialisasi, terutama yang berkaitan dengan zonasi.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Ada tiga jalur yang akan digunakan. Zonasi dengan kuota minimal 90 persen, jalur prestasi maksimal 5 persen dan perpindahan orangtua maksimal 5 persen. Jika kedua jalur terakhir masih ada sisa kursi, maka akan digunakan untuk zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Sri Wantini mengatakan, untuk zonasi PPDB SMP menggunakan sistem kombinasi. Zonasi pertama, domisili pada desa yang ditentukan, diberikan tambahan poin 100. Zonasi dua, domisili di Kabupaten Sleman di luar zona 1, diberikan tambahan pointi 30 dan zonasi tiga domisili di luar Sleman tidak diberikan tambahan point.

"Ada juga jalur khusus khusus SMP. Jalur zonasi domisili 0-200 meter dari sekolah wajib diterima. Jalur KK miskin, diambil dari 10 persen dari kuota zonasi 90 persen berdasarkan jarak terdekat. Dan jalur zonasi ABK maksimal 3 persen dari kuota zonasi berdasarkan jarak terdekat atau dengan kata lain satu kelas maksimal satu siswa berkebutuhan khsusu," katanya, Senin (20/5/2019).

Kebijakan zonasi tersebut diserahkan ke masing-masing daerah. Dan untuk Kabupaten Sleman menggunakan yang sudah disebutkan. Hal itu disesuaikan dengan jumlah daya tampung SMP yang memang lebih sedikit dibanding lulusan SD.

"Selama ini hanya 50 persen lulusan SD yang dapat ditampung di SMP negeri. Untuk itu kita harus menggunakan sistem seleksi. Kalau harus mengakomodir semua, kita harus menambah daya tampung SMP negeri. Untuk ke sana, kita ada keterbatasan guru dan sarana prasarana," urainya.

Sedangkan untuk PPDB SD, usia 6-7 tahun harus diterima tanpa tes. Bagi yang usianya dibawah itu menyertakan surat rekomendasi. Pembagian zonasi ada tiga. Zonasi pertama, berdasarkan padukuhan dan berhak mendapatkan tambahan usia lima bulan. Zonasi dua, desa yang sama dengan lokasi SD mendapatkan tambahan usia tiga bulan. Zonasi tiga, domisili kecamatan yang sama dengan lokasi SD mendapatkan tambahan usia satu bulan.

Jadwal PPDB TK dan SD negeri akan diselenggarakan 24-26 Juni 2019. Untuk SMP negeri, 1-3 Juli dengan sistem online. (Awh)