Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Mei 2019 / 16:30 WIB

Jadi Target, Penjual Pil Komplo Ditangkap Polisi

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Kepolisian Resort Temanggung menangkap San (20) warga Dusun Gunungpring Rt 04 Rw 02  Desa Sanggrahan Kecamatan Kranggan Temanggung dengan tuduhan mengedarkan obat terlarang.

Kasubaghumas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan tersangka ditangkap pada minggu malam sekitar pukul 22.00 di sebuah kamar kor di Kampung Legoksari Timur Rt 02 Rw 01  Kelurahan Temanggung II  Kecamatan/ Kabupaten Temanggung.

"Kami menerima laporan dari masyarakat adanya pengedar obat-obat daftar G, lalu ditindak lanjuti dengan penggebrekkan," katanya, Senin (20/5).

Dia mengatakan dari kamar kos tersebut didapatkan sebuah tas merk Lois warna abu-abu yang didalamnya   berisi 75 bungkus plastik klip berisi masing-masing 10 tablet Yarindu/tablet warna putih berlogo huruf Y.

Selain itu, 750 butir, 1  bungkus plastik  besar  berisi 250 butir tablet Yarindu dan tablet warna putih berlogo  huruf Y, 82 butir tablet Trihexyphenidyl, 1  kaleng warna putih dan  3  pak  plastik  klip kosong.
 
Atas temuan itu, katanya tersangka yang semua membantah akhirnya tidak bisa berkutik.
 
Dia mengatakan tersangka dijerat dengan pada Pasal  196 yo  Pasal  98 ayat (2) dan ayat  (3),   Subsider Pasal 197 yo Pasal 106 ayat (1), dan Lebih Subsider  198  yo  Pasal  108  Undang-Undang  Republik  Indonesia no 36 tahun 2009 tentang  Kesehatan. "Tersangka terancam hukuman 10 tahun dan denda  paling  banyak Rp 1 miliar," katanya.

Tersangka San mengatakan pil didapat dari Semarang seharga Rp 2 juta per 1000 butir untuk selanjutya dikemas per 10 butir dengan harga Rp 30 ribu. "Pil saya jual pada anak-anak punk di jalan," kata pria yang tiap harinya bekerja sebagai sopir mobil rosok itu.

Dia mengaku telah lima bulan terakhir beraksi, dengan pendapatan ratusan ribu perbulannya, hingga kemudian tertangkap kepolisian. (Osy)