Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 21 Mei 2019 / 07:37 WIB

Pola Kepemimpinan Ideal untuk Pendidikan Tinggi Berkualitas

JAKARTA, KRJOGJA.com -  Perguruan tinggi di Indonesia, tidak semuanya memiliki seorang pemimpin atau leader yang kuat.

Pemimpin menjadi ujung tombak yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Memang, peran dari pihak-pihak di bawahnya tidak luput dari perhitungan. 

Demikian disampaikan  Dirjen SDID Kemristekdikti Ali Gufron Mukti di Jakarta,Senin (20/5 2019). "Dari pemimpin lah yang akan menuntun arah dan tujuan organisasi. Begitu pula yang terjadi dalam pendidikan tinggi. Peran rektor atau direktur seakan menjadi kunci dalam keberhasilan suatu perguruan tinggi, sehingga apa yang dihasilkan, baik itu lulusan, riset, dan inovasi dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan nusa dan bangsa";.ujarnya.

Kendati demikian, dari 4.741 perguruan tinggi di Indonesia, tidak semuanya memiliki seorang pemimpin atau leader yang kuat. Di sisi lain, permasalahan utama yang dihadapi pendidikan tinggi saat ini, meliputi akses, kualitas, pemerataan, dan keadilan. Krisis kepemimpinan pun tak jarang justru kian membuat persoalan semakin kompleks karena masalah internal perguruan tinggi"ujar 
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti. 

Dalam dunia akademik, peran pemimpin perguruan tinggi perlu dilihat dari dua sudut pandang. Jika dilihat dari sudut pandang esensi pekerjaan, maka tugas seorang rektor atau direktur tidak bisa dikatakan sebagai tugas tambahan. 
Pasalnya, mereka harus memiliki komitmen penuh, termasuk berpikir dan bekerja keras bagi perguruan tinggi yang dipimpin. 

Namun dilihat dari sudut administrasi, Dirjen Ghufron tak menampik bahwa para rektor sejatinya merupakan dosen yang memiliki tugas pokok untuk menjalankan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Sebagai dosen mungkin dalam satu hari bekerja selama delapan jam, tetapi ketika menjadi rektor minimal bekerja sampai 12 jam dalam sehari. Bahkan sudah di rumah juga harus siap dengan pekerjaan. Artinya secara esensi memang bukan tugas tambahan. Tetapi karena menyangkut tunjangan dan insentif, seperti jika seorang pimpinan perguruan tinggi adalah profesor, dia akan kehilangan tunjangan kehormatan guru besar. Sehingga kesan saya, dari sisi administrasi Kemenpan-RB menyebut sebagai tugas tambahan karena tugas pokoknya sebagai guru besar,” terang Dirjen Ghufron.

Dengan amanah yang harus diemban oleh seorang pemimpin tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti tahun ini kembali memberikan penghargaan tertinggi bagi para akademisi melalui ajang Academic Leader Awards 2019.

Penghargaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi para rektor atau direktur perguruan tinggi, tetapi juga kepada para dosen dan peneliti yang memiliki prestasi inovasi yang luar biasa. Bahkan, mereka juga memiliki followers yang menjadikannya sebagai role model di bidang keilmuannya.

“Tahun lalu kami sudah menyelenggarakan penghargaan ini. Namun, tahun ini tentu akan lebih bermakna karena saat ini pemerintah tengah fokus dalam pembangunan sumber daya manusia. Kami harap ajang ini nantinya bukan sekadar perayaan semata, tetapi benar-benar mampu mendorong peningkatan iptek yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa. Selain itu, semoga nantinya para pemenang bisa menjadi teladan untuk menghadapi krisis kepemimpinan,” tutup Dirjen Ghufron. 

Berikut ini kategori penghargaan yang akan diberikan pada Academic Leader Awards 2019:
1. Dosen sebagai Academic Leader
a. Academic Leader bidang Sains
b. Academic Leader bidang Teknologi
c. Academic Leader bidang Sosial Humaniora
d. Academic Leader bidang Seni dan Budaya
e. Academic Leader bidang Kesehatan
f. Academc Leader bidang Pertanian
g. Academic Leader bidang Kemaritiman
h. Academic Leader bidang Kependidikan
2. Dosen dengan Tugas Tambahan 
a. Academic Leader untuk Dosen dengan tugas tambahan sebagai Pemimpin di PTN-BH
b. Academic Leader untuk Dosen dengan tugas tambahan sebagai Pemimpin di PTN-BLU
c. Academic Leader untuk Dosen dengan tugas tambahan sebagai Pemimpin di PTN-Satker
d. Academic Leader untuk Dosen dengan tugas tambahan sebagai Pemimpin di PTS.(ati)