Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Mei 2019 / 12:10 WIB

Semakin Ramai, Kampung Ramadan Mlinjon Tawarkan Berbagai Takjil Unik

KLATEN, KRJOGJA.com - Setiap hari, selama bulan Ramadan tahun 2019 ini, ratusan orang berjubel memadati jalan di seputar Masjid Raya Mlinjon, di Kampug Mlinjon, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Tidak hanya orang tua atau ibu-ibu saja, melainkan juga para muda-mudi dan anak-anak. Mereka berburu takjil, lauk-pauk dan berbagai makanan pembuka puasa.

Dito (22), salah seorang pengunjung nampak terus menyusuri sepanjang seputar Masjid Mlinjon. Sisi kiri dan kanan sepanjang jalan itu berjajar stand para pedagang kaki lima.

Semula ia menuju stand penjual es dawet durian. Antrian lumayan banyak, akhirnya ia mendapatkan tiga bungkus es dawet durian dengan harga Rp 30 ribu. Pemuda itu tak canggug berpidanh ke stand penjaja lauk-pauk dan sayuran. Ia membeli gudeg, dan pem-pek Palembang.

Ketika hari mulai sore, keriuhan transaksi pedagang dan pembeli semakin seru. Sementara dari lantunan ayat-ayat suci Al Quran menggema dari Masjid tersebut. Susana pasar menjadi teduh dan menenangkan.

Kampung Ramadan Masjid Mlinjon merupakan kampung Ramadan pertama di Klaten yang sudah berjalan bertahun-tahun. Pasar musiman yang hanya buka di bulan Ramadan tersebut, kini sudah banyak ditiru oleh desa-desa lain di Klaten. Namun demikian, Kampung Ramadan Masjid Mlinjon tak pernah surut.

Jumlah pedagang semakin banyak. Kalau dulu hanya di sekitar masjid, kini sudah meluas hingga di jalan sammping Pasar Minjon menuju Jalan Pemuda. Pengunjungpun semakin membanjir. Setiap hari pasar Kampung Ramadan Mlinjon penuh dengan pengunjug. Jalan tak bisa lagi dilewati kendaraan, sehingga arus lalulintas pindah ke jalan alternatif.

"Sudah beberapa tahun berjualan di kampung Ramadhan Mlinjon. Tahun ini terasa lebih ramai, dan setiap hari selalu banyak pembeli," ujar Ida, seorang penjual takjil. Hal senada juga dikatakan oleh Lisa, penjual gudeg.

Sedangkan, bagi amat, penjual es dawet durian, Kampung Ramadan adalah berkah. Ia sudah berjualan di tempat itu sejak kampung Ramadhan pertama diadakan. Semula ia hanya menjual es dawet saja, kini ia mulai berinovasi dengan menambah buah durian dalam es. Kendati harga lebih mahal, ternyata es dawet durian lebih banyak diminati pembeli. (Sit)