Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Mei 2019 / 07:30 WIB

Kecacatan pada Piranti Lunak Simulator Menjadi Penyebab Jatuhnya Boeing 737 MAX?

BOEING telah mengakui kecacatan pada piranti lunak simulator penerbangan untuk melatih pilot 737 MAX, sebuah klaim yang dibuat setelah dua kecelakaan mematikan yang sama-sama melibatkan pesawat tersebut, menewaskan seluruh penumpang yang ada di dalamnya.

Perusahaan kedirgantaraan yang bermarkas di AS itu mengatakan, simulator mengalami masalah karena tidak mampu mereplikasi kondisi penerbangan tertentu yang berkontribusi pada kecelakaan Ethiopian Airlines pada Maret, atau kecelakaan Lion Air di Indonesia Oktober lalu.

"Boeing telah melakukan koreksi pada perangkat lunak simulator 737 MAX dan telah memberikan informasi tambahan kepada operator perangkat untuk memastikan bahwa pengalaman simulator itu representatif di berbagai kondisi penerbangan," kata Boeing dalam sebuah pernyataan pada Sabtu 18 Mei 2019, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (19/5/2019).

Perusahaan tidak menunjukkan kapan pertama kali menyadari masalah tersebut, dan apakah mereka telah menotifikasi lembaga regulator penerbangan.

Pengakuan itu menandai pertama kalinya Boeing mengakui ada cacat desain pada perangkat lunak yang terkait dengan 737 MAX.

Perangkat lunak lain, yang berkaitan dengan mekanisme anti-stall atau MCAS, telah disebut sebagai salah satu faktor pada kecelakaan Ethiopian dan Lion Air menurut laporan awal dari lembaga penyidik keselamatan penerbangan di Ethiopia dan Indonesia. Namun, Boeing tidak secara terbuka mengakui alat itu sebagai penyebab tunggal kecelakaan.(*)