Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Mei 2019 / 07:10 WIB

Kasus WNI Terduga Teroris di Malaysia, Kemlu Siapkan Bantuan Hukum

JAKARTA, KRJOGJA.com - Beberapa waktu lalu seorang WNI ditangkap di Malaysia karena diduga terlibat terorisme. Pihak KBRI Malaysia pun sudah bertemu dengan WNI tersebut.

Merespons kasus tersebut, seperti dikutip dari VOA Indonesia, pihak Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) menyatakan siap memberikan bantuan hukum kepada WNI tersebut.

Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa dua perwakilan KBRI sudah bertemu dengan WNI yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia karena diduga terlibat aksi terorisme.

Berdasarkan informasi yang diterima, WNI tersebut dalam keadaan baik dan sehat.

Arrmanatha mengatakan bahwa WNI tersebut sudah tinggal di Malaysia sejak 2017 dan bekerja di berbagai tempat, seperti di kebun semangka dan di beberapa ladang. Terakhir, yang bersangkutan bekerja di pabrik seng.

Sejauh ini Indonesia masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian Malaysia dan siap memberi bantuan hukum jika diperlukan.

"Tentunya kita menunggu apa hasil investigasinya, dan tuduhan yang akan diberikan dan diangkat ke pengadilan," ungkapnya dalam press briefing di kantor Kemlu RI, Kamis 16 Mei.

"Tentunya apabila yang bersangkutan membutuhkan pendampingan, atau yang bersangkutan membutuhkan bantuan hukum tentunya merupakan kewajiban dari KBRI untuk memfasilitasi, membantu apabila diminta dan dibutuhkan oleh yang bersangkutan. Informasi yang kita terima satu orang yang ditahan," kata Arrmanatha menambahkan.

Terkait tanggapan WNI tersebut terhadap tuduhan itu, Arrmanatha mengatakan tidak bisa mengungkapkan hal tersebut, karena itu bagian dari investigasi dan saat ini hal tersebut masih dalam proses hukum di Malaysia.

"Saya tidak bisa menyampaikan apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan karena itu akan menjadi bahan buat defense-nya dia. Kalau kami sekarang sampaikan di sini kan tentunya akan merugikan yang bersangkutan... Detailnya saya tidak bisa sampaikan karena masih dalam tahap investigasi," papar pria yang karib disapa Tata itu.(*)