Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Minggu, 19 Mei 2019 / 19:30 WIB

Perlu Dukungan Pemerintah, Ekspor Jasa Digital Potensial

BANTUL, KRJOGJA.com - Meski ekspor jasa masih didominasi industri pariwisata, namun pertumbuhan industri jasa tertinggi dibandingkan sektor pertanian dan manufaktur. Sektor jasa di industri digital memiliki potensi kontribusi |uar biasa bagi neraca eskpor negara.

"Sektor jasa yang didorong inovasi dan teknologi serta berorientasi pada industri 4.0 menjadi prioritas pemerintah.  Namun pemerintah masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi sektor jasa digital," jelas Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Marolop Nainggolan, saat Diskusi Peluang Ekspor Jasa Digital, Kamis (16/9/2019) di Privy Quarter Jalan Imogiri Barat No 4, Sewon, Bantul.

Disebutkan Industri jasa dinilai memiliki potensi ekspor  sangat besar. "Data Bank Indonesia menunjukkan kontribusi sektor jasa 43.63% pada produk domestik bruto (PDB) 2017  dan 2018  meningkat menjadi 59%. Hanya saja masih ada hambatan dan perlu sinergi, dukungan pemerintah," jelasnya.

Sementara  di depat 57 startup dari Yogya,  pelaku industri startup penyedia tanda tangan digital CEO  PrivyID, Marshall Pribadi mengakui meski perusahaan miliknya sudah berkelas internasional, proses ekspansi ke |uar negeri masih terhambat beberapa hal. “Secara teknologi, jasa digital PrivyID memiliki kualitas sama atau bahkan lebih baik dari kompetitor  luar negeri”, ujar Marshall..

Sukses meresmikan pusat riset baru  Privy Quarter di awal tahun, Marshall menyebutkankan keterbatasan modal dan jaringan bisnis merupakan tantangan yang perlu diselesaikan untuk berekspansi ke |uar negari. “Survei Asosiasi Digital Kneatif (ADITIF) di Yogya pada tahun 2017 membocorkan bahwa 35% responden sama-sama merasa terganjal di pemodalan dan jaringan bisnis," jelasnya. 
  
Marshall bersyukur PrivyID mendapat kesempatan  menjawab permasalahan melalui kerja sama dengan Kemendag. "Saat ini, Kemendag dan Privle sedang berinergi manpersiapkan proses ekspansi jasa tanda tangan digital PrivyID ke Australia," jelasnya. (M-3)