Kisah Inspiratif Editor : Agus Sigit Sabtu, 18 Mei 2019 / 19:46 WIB

Dari 'Ngamen', Budi Antono Antar Putranya Kuliah di UGM

KASIH ORANG TUA benar-benar sepanjang jalan. Betapa sulitnya hidup namun orangtua akan terus berusaha mengupayakan yang terbaik demi buah hatinya. 

Begitulah kira-kira semangat yang diusung Bufi Antono (52) warga Juminahan Danurejan Kota Yogyakarta. Betapa tidak, Budi bersama sang istri yang kini berprofesi sebagai pengamen jalanan akhirnya meraih kebahagiaan hidup luar biasa setelah mampu mengantarkan putra bungsunya, Khamal Fadloli Ain menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Khamal, terpilih sebagai salah satu mahasiswa angkatan 2019 Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM melalui jalur SNMPTN Undangan. Bahkan, berkat ketekunan dan prestasi di sekolah terdahulu, Khamal bisa masuk UGM tanpa melalui tes. 

Budi dan sang istri, Wuryaningsih berupaya sebisa mungkin untuk mendukung pendidikan setinggi-tingginya bagi dua anaknya. Walapun pendapatan sehari-hari terbilang mepet, pasangan tersebut memiliki harapan besar pada anak-anaknya untuk meraih sukses jauh melebihi kondisi saat ini. 

Setiap malam, Budi bersama dengan grupnya mengais rejeki dengan menjadi pengamen di sebuah rumah makan di Yogyakarta dan menghibur para tamu yang datang di rumah makan tersebut. Dari situlah pundi-pundi dapurnya bisa mengepul dan dikumpulkan demi pendidikan sang anak. 

“Saya dan istri hanya tamatan SMA dan kerjanya ngamen, tetapi kami ingin anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dari kami. Karena itu kami mengusahakan, ya istilahnya bagaimanapun caranyalah agar mereka bisa kuliah,” ungkap Budi. 

Luar biasa bagi Khamal, selama menempuh pendidikan menengah atas di SMA N 1 Yogyakarta, nilai-nilai akademisnya selalu memuaskan. Tidak hanya cakap di bidang akademis, dia juga berhasil memenangkan sejumlah penghargaan non-akademis dalam kelompok antara lain juara III lomba baris berbaris Merah Putih PPI Kota Yogyakarta (2018), juara IV lomba baris berbaris merah putih PPI provinsi DIY (2018), dan juara I lomba baris berbaris Platinum SMA N 8 Yogyakarta (2018). 

“Tugas saya terus belajar, berusaha, dan berdoa, selebihnya sudah kuasa Tuhan. Satu langkah mengejar cita-cita saya tercapai dan saatnya saya terus berusaha lagi agar bisa belajar dan lulus dengan baik hingga mendapatkan pekerjaan yang baik juga,” ucap Khamal pada wartawan. 

Saat ini Khamal dan keluarga tinggal di rumah sederhana warisan kakeknya yang berada di lahan Sultan Ground (SG) di bantaran Sungai Code. Di rumah berukuran 3x7 meter itu mereka tinggal sejak tahun 1998 silam setelah sebelumnya mereka mendiami rumah sang kakek di dalam SD Tegal Panggung. (Fxh)