DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 18 Mei 2019 / 15:55 WIB

Harga Sejumlah Sembako Mulai Turun

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Stok berbagai kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) selama bulan Ramadan di Kabupaten Gunungkidul dipastikan aman dengan harga stabil. Bahkan dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, harga kebutuhan pokok seperti telur, beras justru mengalami penurunan.

“Kenaikan harga dalam komoditas kebutuhan pokok menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar terjadi, tapi saat ini alhamdulillah justru mengalami penurunan,” jelas Wabup Gunungkidul Immawan Wahyudi MH.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan hingga saat ini tidak terjadi kenaikan harga untuk berbagai kebutuhan pokok. Hal tersebut juga dibenarkan Asisten Perekonomian Pembangunan Setda DIY, juga Tim Pengendali Inflasi Daerah, Tri Saktiana yang mengatakan, pihaknya sudah mengunjungi dua tempat usaha kebutuhan pokok di Kabupaten Gunungkidul.

Kedua lokasi tersebut yakni pusat peternak telur di Desa Mijahan, Kecamatan Semanu dan distributor sembako di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. “Saat ini harga telur di Kabupaten Gunungkidul perkilogram dipatok Rp 19.600, sedangkan tahun lalu sekitar Rp 20.000, artinya harganya justru turun dibandingkan pada Ramadan tahun lalu,” imbuh Tri Saktiana.

Sementara untuk harga sembako lainnya seperti beras, tepung terigu, minyak, dan gula relatif stabil. Ketersediaan atau stok sembako di Kabupaten Gunungkidul juga relatif aman hingga dua minggu menjelang Lebaran ini. Selain harga sembako, TPID Propinsi DIY juga memantau harga daging sapi yang dinilainya masih relatif stabil yakni harga tiap kilogram Rp 120.000 dengan mutu daging sapi dengan kualitas paling bagus.

Selain itu terdapat beberapa harga komoditi sembako yang mengalami penurunan seperti di antaranya beras yang tiap kilogram seharga Rp 10.000 dari sebelumnya mencapai Rp 11.000 hingga Rp 12.000 dan gula pasir juga turun dari sebelumnya Rp 12.500 kini Rp 12.000 perkilogram. “Mudah-mudahan sampai menjelang Lebaran tetap stabil dan menjadi sumbangan yang baik soal inflasi untuk di DIY,” terangnya. (Bmp)