Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 18 Mei 2019 / 14:56 WIB

Puncak Arus Mudik Diperkirakan 30 Mei

MAGELANG, KRJOGJA.com - Setiap tahun PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta selalu melakukan evaluasi berkaitan dengan angkutan Lebaran, mengingat hal itu merupakan momentum tahunan. Tahun 2018 lalu harus lebih baik dibanding 2017, dan 2019 ini layanannya juga harus lebih baik dibanding 2018 lalu. Lebaran tahun ini ada tambahan 8 kereta tambahan Lebaran ke arah Bandung, Jakarta maupun Surabaya.

Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan pada Lebaran 2018 penambahan kereta tambahannya hanya 7. Volume angkutan Lebaran tahun ini, naik 4 persen dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu sekitar 643.- 000 lebih, untuk tahun ini 669.000 lebih penumpang.

Puncak angkutan Lebaran untuk arus mudik di Daop 6 Yogyakarta diprediksi pada 30 Mei 2019 sebanyak 31.194 penumpang sehari, dan arus balik puncaknya 10 Juni 2019 dengan jumlah penumpang 38.785 penumpang. Antara penumpang yang turun dengan penumpang yang naik di Daop 6 Yogyakarta hampir sama atau mirip.

Ini diduga karena posisinya Daop 6 yang berada di tengah. Hingga saat ini tiket lebaran baru terjual sekitar 50 persen. Ini disebabkan tidak sedikit calon penumpang yang menunggu waktu kapan ia dapat libur cutinya.

Dikatakan juga, banyak kasus terjadi seorang calon penumpang yang membeli 2-3 tiket. Ini dilakukan di antaranya untuk alternatif manakala terjadi pergeseran waktu liburnya. ”Kasus pembatalan tiket itu memang cukup banyak,” tambahnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, animo masyarakat pada moda transportasi kereta api masih sangat tinggi, dan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. PT KAI Daop 6 Wilayahnya untuk wilayah timur hingga perbatasan Walikukun Ngawi di Stasiun Kedungbanteng, sebelah barat berbatasan dengan Kutoarjo wilayahnya di Stasiun Jenar, sedang ke utara hingga Purwodadi stasiun Goprak yang berbatasan dengan Stasiun Gundih. Ada 32 stasiun. (Tha)