DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 18 Mei 2019 / 11:46 WIB

Stok Elpiji Bakal Ditambah 8 Persen

YOGYA, KRJOGJA.com - Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di DIY yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menyampaikan ada penambahan pasokan elpiji kurang lebih 8 persen yang disalurkan kepada seluruh agen elpiji di DIY selama Ramadan dan jelang Lebaran 2019.

Disamping memastikan ketersediaan elpiji baik bersubsidi maupun nonsubsidi terpenuhi, Hiswana memastikan PT Pertamina akan memberikan tambahan kuota fakultatif hingga Operasi Pasar (OP) elpiji apabila dibutuhkan. Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) terkait ketersediaan pasokan elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga libur lebaran tahun ini.

“Hiswana akan berkoordinasi dan melakukan pemantauan dengan PT Pertamina (Persero) agar memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan,” tegas Siswanto di Yogyakarta.

Menurutnya, melihat kondisi saat ini, permintaan agen elpiji di DIY memang masih stagnan. Biasanya sudah terjadi peningkatan konsumsi elpiji pada H-14 hingga H+10 Idul Fitri 2019. Konsumsi elpiji bisa mencapai sekitar 115.000 tabung perhari di DIY.

“Konsumsi elpiji masih normal saat ini belum terjadi lonjakan yang signifikan. Diprediksi peningkatan akan terjadi mendekati lebaran dan liburan lebaran. OP elpiji saat ini belum ada di DIY, karena operasi pasar tersebut bisa dilakukan apabila ada laporan dari wilayah masing-masing atau biasanya atas permintaan Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkap Siswanto.

Hiswana Migas DIY sekaligus menggencarkan penggunaan Bright Gas 5 kg apabila elpiji 3 kg atau bersubsidi habis. Bright Gas inilah yang bisa dipakai masyarakat untuk kebutuhan alternatif pengganti gas melon. Sebab pasokan Bright Gas tersebut tidak masalah dan berapa pun kebutuhannya siap dipenuhi.

Konsumsi Bright Gas 5 kg di DIY juga tergolong fluktuatif tetapi kecenderungannya mengalami peningkatan. “Harga elpiji 3 kg sendiri tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan Gubernur DIY yaitu Rp 15.500/tabung. Namun dalam praktiknya di lapangan, memang harga gas melon terjadi penambahan sedikit terutama daerah-daerah pelosok yang jauh dan agak pinggir dengan harga toleransi sekitar Rp 17.500 pertabung,” jelas Siswanto. (Ira)