DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 18 Mei 2019 / 11:25 WIB

Kartu Tarot Al'manye Ramalkan Kemenangan Jokowi

BANTUL, KRJOGJA.com - Seorang peramal kartu tarot asal Bantul meramalkan pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Joko Widodo - Maruf Amin bakal memenangkan pemilu 2019. Dalam ramalan Praktisi Tarot, Al'manye T Yudho dominasi gambar kartu selalu berpihak kepada Jokowi. Walau tak semua bermakna positif, namun dari kartu ramalan tersebut menyiratkan presiden ‘incumbent’ ini akan kembali melenggang ke istana negara.

"Kalau dilihat dari perbandingan dua kartu tarot yang saya pegang, kemungkinan besar yang akan menjadi presiden adalah dari pihak yang lama.  Kenapa, karena dari kartu ini sudah jelas semua yang tergambar sudah terwujud. Hanya satu yang belum terwujud dan ini akan menjadi PR yang akan terselesaikan di lima tahun yang akan datang," kata Al'manye, Sabtu (18/05/2019).

Poin utama dari dua kartu untuk Jokowi - Maruf menceritakan suatu kebangkitan baru dan tentang keharmonisan. Menurutnya akan ada kemungkinan besar pada tanggal 22 Mei 2019 terjadi seperti anti kelimak, dimana dalam benak masyarakat menginginkan suatu perubahan tentang pemimpin negara.

"Perubahan yang mendasar itu bukan dari pemimpinya, tapi pada sistem pemerintahannya. Kemudian juga roda kehidupan masyakarat ke depan sangatlah berbeda dan memang saatnya mau tidak mau harus menyelesaikan satu tujuan utama menjadi presiden yang belum terwujud," tambahnya.

Sementara kartu tarot yang ia ambil untuk pasangan Prabowo Subiyanto - Sandiaga Uno,  menggambarkan seorang pemimpin yang siap namun keberuntungan belum berpihak kepadanya. Kartu tersebut tergambar sosok orang yang sedang menunggu dan berpangku dengan tongkat yang dia pegang.

"Kalau dari gambaran kartu ini calon pemimpun baru sebenarnya siap, akan tetapi keberuntungannya belum berpihak kepadanya. Karena terlalu banyak orang yang di sekelilingnya cenderung sangat ambisi dan itu berlebihan. Sedangkan secara kesiapannya ia belum bisa mengimbangi orang sekitaranya," ucap Al'manye.

Kartu kedua untuk paslon nomor urut 02 ini juga menggambarkan sebuah tongkat yang bermakna prinsip hidup, namun tongkat dengan posisi yang tidak tegak lurus. Artinya dalam menatap masa depan calon pemimpin tersebut belum benar-benar bisa melangkah. "Mungkin karirnya menjadi kandidat presiden berakhir pada tahun ini. Mau tidak mau dia harus menerima," pungkasnya. (Ive)