Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 18 Mei 2019 / 05:46 WIB

TNI Siap Kerahkan Gultor

JAKARTA, KRJOGJA.com - Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), TNI AD, sudah menyiapkan skenario penyelamatan para Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dokumen serta server Pemilu 2019 jika ada kerusuhan akibat pengepungan KPU oleh massa demonstran.

Dikutip dari siaran pers Puspen TNI, latihan tersebut mensimulasikan terjadi kerusuhan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat. Pemicunya adalah massa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa terkait hasil penghitungan suara Pilpres 2019.

Merespons insiden ini. Satuan Gultor TNI bergerak cepat tiba di kantor KPU dengan menggunakan Helikopter Caracal milik TNI AU. Mereka turun dengan tali dari helikopter atau teknik stabo.

Tim kemudian menyelamatkan anggota KPU dan dokumen serta server hasil penghitungan suara melalui heli. Personel dan materi KPU tersebut kemudian diamankan ke suatu tempat yang telah ditentukan.

Tak hanya itu, latihan TNI ini juga mensimulasikan penembakan terhadap anggota masyarakat yang jadi peserta aksi demo. Satuan Kesehatan TNI yang melaksanakan pengamanan di kantor KPU dengan cepat memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Tim kemudian mengevakuasi korban menggunakan mobil Ambulance Yonkes 1/Yudha Krida Husada Kostrad menuju titik jemput helikopter untuk dievakuasi ke kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso 990 yang bersandar di Dermaga JICT, Tanjung Priok.

Latihan pengamanan ini merupakan penerapan dari Tactical Floor Game (TFG) pengamanan Tahap Penghitungan Suara Pilpres 2019 di Mabes TNI. TFG ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada proses penghitungan suara, dengan mengerahkan personel dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Sebelumnya, seruan aksi kepung KPU pada saat pleno penetapan hasil pemilu 2019, 22 Mei, marak disuarakan oleh kubu oposisi di media sosial. (*)