Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 17 Mei 2019 / 18:49 WIB

DPRD Cimahi dan Sleman Kungker ke Temanggung

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cimahi Jawa Barat dan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Temanggung, Jumat (17/05/2019).

Ketua DPRD Kabupaten Cimahi Ahmad Gunawan mengatakan sasaran kedatangan untuk mencari perbandingan dan bahan-bahan rancangan peraturan daerah (raperda) dalam tenaga ahli jasa kontruksi. "Bahan yang terkumpul akan diterapkan meski perlu mempertimbangkan beda kultur," katanya.

Dia mengatakan perda tidak sembarangan dibuat, sehingga harus teliti mengumpulkan bahan-bahan dan memastikan dapat terpakai, agar perda hasilnya baik dan sesuai, tidak di batalkan begitu selesai dibuat.

Ketua Badan Pembentukan Raperda Edi Kanedi mengatakan DPRD sedang menyusun racangan raperda tentang tenaga ahli jasa kontruksi sebagai bentuk penerapan undang -undang nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Di undang-undang  nampak displit ada jasa konstruksi dan tenaga ahli jasa kontruksi. DPRD memandang perlu di Cimahi menyusun perda tentang tanaga ahli jasa kontruksi sebab untuk perda jasa kontruski sudah dipunyai.

"Namun rupanya di Temanggung secara spesifik belum ada perda tenaga ahli jasa kontruksi, yang ada perda jasa kontruksi, " katanya.

Dia mengatakan dipilihnya Temanggung, karena tertarik ketika membuka materi di website Temanggung, selain telah ada komunikasi, meskipun setelah dikomparasi dinilai kurang tepat, tetapi itu adalah hasil musyawarah DPRD.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo mengatakan Kabupaten Temanggung belum memiliki perda tenaga ahli jasa kontruksi. Beberapa tahun lalu memang sudah ada komunikasi dengan eksekutif untuk membahasnya namun setelah didiskusikan dipandang belum perlu. " Nanti kami yang akan kunjungan kerja ke Cimahi setelah Perda tenaga ahli jasa kontruksi selesai dibuat dan disahkan," kata Tunggul.

Temanggung, katanya adalah kota kecil atau disebut kabupaten ndesa, dengan produk andalan tembakau, kopi dan beras. Pembangunan tidak banyak meski ada. Pembangunan pasar modern seperti mall selama ini ditolak pemerintah dan DPRD karena akan merugikan pasar tradsional. "Kami tidak mau ada mall, karenanya selalu ditolak," katanya.

Sedangkan kunjungan kerja DPRD Sleman dipimpin Ketua Komisi C Danang Maharsa dan diterima Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Temanggung Muh Sayid. Danang mengatakan tujuannya untuk komparasi tentang tugas dan fungsi Komisi. "Kami ada kunjungan untuk mengetahui bagaimana tugas dan fungsi komisi di DPRD Temanggung," katanya.

Sayid mengatakan tugas dan fungsi komisi telah sesuai dengan aturan yang berlaku. "Anggota DPRD melakukan sesuai tupoksi, dan disitu ada kunjungan kerja, untuk mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam kerja terutama pembuatan perda," katanya. (Osy)