Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 17 Mei 2019 / 14:45 WIB

KPU Temanggung: Masyarakat Jangan Terprovokasi!

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - KPU Kabupaten Temanggung menghimbau pada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi yang berkaitan dengan hasil Pilpres 2019. Proses rekapitulasi sedang berlangsung secara berjenjang dan diharapkan selesai sesuai jadwal pada 22 Mei 2019 mendatang untuk tingkat nasional.

"Jangan mudah terprovokasi, penghitungan sedang berlangsung oleh KPU secara berjenjang," kata Komisioner KPU Kabupaten Temanggung Henry Sofyan Rois, Jumat (17/5).  

Dia mengatakan masyarakat untuk mengikuti proses demokrasi dengan baik, yakni menunggu dan menerima hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU secara berjenjang tersebut. Rekapitulasi dilakukan secara manual mulai dari tingkat terbawah di TPS, Desa dan Kecamatan yang dilakukan PPK, tingkat kabupaten oleh KPU kabupaten dan selanjutnya oleh KPU Provinsi untuk provinsi dan ditingkat nasional oleh KPU RI.

"Di Temanggung rekapitulasi berjenjang berjalan baik. Pelaksanaan rekapitulasi di PPK berjalan jujur, adil, transparan, demokratis dan tidak ada kecurangan. Demikian halnya di tingkat kabupaten. Semua saksi menandatangani berita acara, " kata dia.

Dia mengatakan jika tidak ada gugat pemilu, paling cepat 25 Mei 2019 mendatang hasil pemilu untuk Kabupaten Temanggung bisa ditetapkan.

Dikatakan perolehan DPRD Kabupaten Temanggung hasil penghitungan KPU, PDIP mendapatkan 9 kursi atau naik 2 kursi dibanding perolehsn skursi di pemilu 2014, PKB 7 kursi (naik 1 kursi), Golkar 6 (naik 1 kursi), Gerindra 5 kursi (naik 1 kursi), PPP 5 kursi ( naik 1 kursi), PAN 5 kursi (tetap), PKS 3 kursi (tetap), Nasdem 2 kursi (berkurang 2), Hanura 2 kursi (berkurang 2) dan Demokrat 1 kursi (berkurang 2).

Kepala Polres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan Kepolisian Resort Temanggung tetap menjaga ketat gedung KPU kabupaten setempat meski pencoblosan dan rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten telah berakhir.  " Personel ditarik hingga pentahapan pemilu benar-benar dinyatakan berakhir atau selesai. " Tiap hari ada setidaknya 15 personel Polri dan sejumlah personel TNI yang menjaga KPU. penjagaan selama 24 jam," kata Wiyono.

Dia mengatakan penjagaan diantaranya pada kotak suara yang didalamnya berisi surat suara hasil pemilihan umum. Logistik tersebut dijaga jangan sampai hilang atau adanya kerusakkan terutama pada surat suara. Pasalnya belum ada penetapan ditingkat nasional, apakah pemilu di Temanggung dinyatakan tidak ada permasalahan.

"Kami konsentrasi jaga keamanan di wilayah Temanggung agar tetap kodusif, penjagaan di KPU juga tetap prioritas," katanya. (Osy)