DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 17 Mei 2019 / 12:42 WIB

DMI Imbau Masyarakat Tolak Gerakan People Power

YOGYA, KRJOGJA.com - Ketua dewan masjid indonesia (DMI) Kota Yogyakarta Drs HM Fathoni Siroj mengimbau kepada para jamaah menolak rencana kegiatan people power di Jakarta pada 22 Mei 2019 dan tidak mengerahkan massa untuk memaksakan kehendak yang dinginkan dan dicita-citakan itu tidaklah tepat.

"Saat ini berkembang isu bahwa akan terjadi people power ataupun mengerahkan massa untuk memaksakan kehendaknya. Oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini, kepada seluruh jamaah masjid di seluruh Kota Yogya  dan juga rekan dimanapun dan siapapun saya mengajak kepada semuanya agar apa-apa yang terjadi sata ini masih dalam proses, kita tunggu hasilnya bersama nanti karena deadline nya sampai tanggal 22 mei  2019,” katanya Jum’at (17/05/19).

HM Fathoni dalam proses perhitungan suara saat ini, terkadang  membuat kebanyak orang yang menyimpulkan sendiri terkait dengan sistem perhitungan. Bahkan, banyak sebagian dari masyarakat yang mengklime kecurangan, sehingga banyak masyarakat yang geram.

"Pelaksanaan pemilihan umum 2019 ini telah berlangsung dengan baik jujur adil dan saat ini sedang dalam proses perhitungan. Mungkin membuat kita kurang puas khususnya tentang masalah sistem perhitungan dan sebagainya. Toh itu bias dikaji bersama untuk mendapat mana yang paling baik, kita doakan semoga kpu tetap adil hingga akhir,” tambahnya.

Dia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ingat akan ayat  atau pun firman allah yang berbunyi "Hai orang-orang yang beriman taatilah allah dan rasul muhammad dan ulil amri pemegang kekuasan diantara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada allah alquran dan rasul atau sunahnya."

Sesuai kutipan ayat ini, HM Fathoni mengajak dan mengimbau semuanya untuk bersabar dan memohon kepada Allah agar pemimpin dapat melaksanakan tugasnya sesuai tupoksinya maing masing. "Mari semuanya kita tolak aksi people power. Jangan ada lagi gerakan massa yang akan memecah belah kita,” pungkasnya. (Ive)