Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 17 Mei 2019 / 04:10 WIB

Boeing 737 MAX 8 Jatuh Akibat Kesalahan Pilot Ambil Keputusan?

PENYEBAB insiden kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 di Indonesia dan Ethiopia semakin menemukan titik terang. Baru-baru ini, seorang mantan kepala Administasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengatakan bahwa tragedi nahas itu juga disebabkan oleh faktor keputusan utama yang dibuat oleh pilot.

Untuk diketahui, Boeing yang dimaksud adalah Lion Air JT610 dan Ethiopian Airlines ET302, yang keduanya menewaskan 346 orang.

Dalam insiden Lion Air, fitur anti-stall pada Boeing 737 MAX otomatis aktif dalam kondisi yang tidak seharusnya, demikian sebagaimana dikutip dari situs The Straits Times pada Kamis (16/5/2019). Menurut pejabat FAA Daniel Elwell pada Rabu, 15 Mei 2019, pilot seharusnya merespons dengan mematikan motor ke bagian pesawat yang memaksanya turun.

"Namun mereka tidak (melakukannya)," kata Elwell.

Sementara itu dalam insiden Ethiopian Airlines, pilot "tidak mematuhi petunjuk darurat" yang dikeluarkan oleh FAA pada bulan November, jelas sumber tersebut.

Sementara pilot mematikan motor, mereka tidak mengontrol kecepatan pesawat, kata Elwell tentang pilot Ethiopian Airlines. "(Lalu), sekitar satu menit sebelum akhir penerbangan, mereka menyalakannya kembali. Kedua hal itu sangat disayangkan," katanya.

Pernyataan Elwell ini diberikan saat ia menghadapi pertanyaan tajam dari anggota parlemen di Capitol Hill tentang bagaimana agensinya mensertifikasi keselamatan Boeing 737 MAX.

Sebetulnya, pertanyaan subkomite penerbangan DPR berfokus pada sistem sertifikasi FAA yang diberlakukan pada Boeing dan pabrikan penerbangan jarak jauh lainnya. Namun, jawaban dari Elwell mengarah pada teknis penerbangan.(*)