Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 17 Mei 2019 / 03:10 WIB

Genjot Produksi Petrokimia, Ini Jurus Pertamina

JAKARTA, KRJOGJA.com - PT Pertamina (Persero) akan meningkatkan produki petrokimiannya sebesar 6 ribu Kilotonnes Per Annum (KTPA), dari proyek modernisasi dan pembangunan kilang Pertamina atau dikenal dengan Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR).

Direktur Megaproyek Pengolahan & Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang dalam keterangannya kepada media mengatakan, Pertamina menjadikan RDMP dan GRR sebagai dua fokus inisiatif strategis, dalam rangka menuju perusahaan migas kelas dunia. Program mega proyek tersebut, akan meningkatkan kapasitas kilang hingga dua kali lipat dari saat ini 1 juta barel per hari menjadi 2 juta barel per hari.

"Sebagai agen utama pengembangan energi nasional di Indonesia, Pertamina bertujuan menjadi perusahaan migas kelas dunia pada tahun 2025. Untuk mencapai standar kelas dunia ini, Pertamina akan meningkatkan kapasitas kilang melalui pembangunan 4 RDMP dan 2 GRR serta sekaligus mengintegrasikannya ke dalam pabrik petrokimia untuk mengembangkan bisnis baru dengan dukungan sumber daya manusia handal," kata Tallulembang, Kamis (16/5/2019).

Tallulembang mengungkapkan, program RDMP dan GRR, akan meningkatkan kemampuan pengolahan crude dari sweet crude menjadi sour crude dengan kandungan sulfur sekitar 2 persen. Selain itu, peningkatan Yield of Valuable menjadi sekitar 95 persen dari sebelumnya 75 persen.

Kilang Pertamina ini nantinya akan menghasilkan produk BBM yang ramah lingkungan stanar Euro5 serta akan menghasilkan produk Petrochemical berkisar 6.600 Kilotonnes Per Annum (KTPA) dari sebelumnya sebesar 600 KTPA, sehingga bisa mengurangi impor produk petrokimia secara signifikan.

"Dengan hadirnya kedua proyek besar ini, diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak sehingga 100 persen, memenuhi kebutuhan energi nasional serta mendukung pertumbuhan industri petrokimia dan memperkuat bisnis hilir Pertamina," tuturnya.

Pertamina terus berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) karena proyek yang dijalankan memiliki kebutuhan material dan jasa dengan standar yang tinggi, untuk megaproyek yang saat ini sedang dijalankan Pertamina. "Karena itu, Pertamina juga membutuhkan produsen manufaktur dalam negeri, agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam berbagai aspek, seperti spesifikasi produk, ketepatan waktu hingga harga," tandasnya.(*)