DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 16 Mei 2019 / 20:10 WIB

Izinnya Buka Usaha Bidang Furniture Ternyata Dipakai untuk Kuliner

SLEMAN, KRJOGJA.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY tengah menyelidiki aduan adanya tempat usaha yang awalnya mengajukan izin bidang furniture di wilayah Bantul, namun ternyata dipakai untuk usaha kuliner. 

Dari informasi yang dihimpun, pihaknya mendapat laporan ada tenaga kerja asing (TKA) yang dipekerjakan namun tak sesuai ketentuan. Terlebih lagi tempat usaha tersebut sudah menyalahi aturan. 

"Sudah ada aduan dari pelapor. proses penyelidikan tengah memasuki pemeriksaan berkas,  berdasarkan laporan, petugas pengawasan mulai dengan penyelidikan, pemeriksaan berkas dan dokumen aduan lainnya," kata Kepala Disnakertrans DIY, Andung Pribadi saat dihubungi wartawan, Kamis (16/05/2019).

Adalah Paguyuban Atmo 5 yang merupakan pelapor dan diwakili Hani Kuswanto. Dalam aduannya, Hani melaporkan dua orang masing-masing ES selaku pemilik tempat usaha dan JE, warga negara Perancis yang dipekerjakannya. 

"Setelah tahap pemeriksaan berkas laporan, tahap kedua akan dilakukan pemanggilan pihak-pihak terkait, sampai nanti hasilnya apakah benar terjadi dugaan pelanggaran Undang-undang no13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atau tidak terjadi pelanggaran," tutur Andung.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Sutrisno mengatakan sejak Januari-April 2019, pihaknya menemukan tujuh Warga Negara Asing (WNA) yang menyalahi izin tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Data sampai bulan April sebanyak tujuh yang kami temukan. Pengawasan orang asing terus kami lakukan, setiap tahun ditemukan lebih dari sepuluh orang WNA yang melanggar aturan, mayoritas over stay dan pelanggaran juga," pungkasnya. (Ive)