DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 16 Mei 2019 / 15:06 WIB

Jejak Medis, Aplikasi Data Pasien Korban Bencana

SLEMAN, KRJOGJA.com - Mahasiswa UGM menciptakan aplikasi yang diberinama Jejak Medis. Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu pendataan detail pasien khususnya korban bencana alam. 

Eka Hafsari (Manajemen Sekolah Vokasi), Nadya Anggraini (Rekam Medis Sekolah Vokasi), Aziz Qomarul Firdaus (Teknologi Rekayasa Internet Sekolqh Vokasi), Fairuz Khairunnisa (FKKMK) dan Haris Hendrik (Fakultas Kehutanan) menangkap fakta bawasanya Indonesia merupakan negara rawan bencana karena berada di kawasan ring of fire. Alhasil, banyak potensi terjadi bencana alam yang selama ini sedikit banyak menyebabkan korban. 

Di sisi lain, manajemen kebencanaan dalam hal ini data detail korban dan rekam medis belum tersentralisasi sehingga mudah diakses. “Kami berpikir banyak volunteer yang tak memahami kawasan bencana itu terutama dokter dan perawat karena mereka tak bawa rekam medis mencatat pasien korban bencana. Kami ingin membantu memudahkan melalui aplikasi ini sehingga ketika nanti tenaga kesehatan sudah kembali ke daerah asal tetap bisa memfollowup,” ungkap Nadya Anggraini Kamis (16/5/2019). 

Aplikasi yang diciptakan sejak April 2019 ini memiliki fitur form rekam medis baik online maupun offline dan Disaster Manajemen yang terintegrasi dengan BMKG. “Aplikasi ini memadukan rekam medis dengan manajemen kebencanaan, dan baru ini yang pertama kali kami temukan di playstore,” ungkapnya lagi. 

Tak hanya itu saja, aplikasi yang secara resmi akan dilaunching Juni 2019 nanti, memuat fitur penunjuk lokasi serta tempat perlindungan pasca bencana. “Ada fitur gotong royong, crowdfunding dan video motivasi kebencanaan. Harapan kami bisa membantu secara lebih komplit tentang rekam medis dan manajemen kebencanaan,” imbuh Eka Hafsari. (Fxh)