Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 16 Mei 2019 / 11:50 WIB

Polres Sukoharjo Waspadai Peredaran Upal

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Polres Sukoharjo mewaspadai peredaran uang palsu (upal) selama puasa Ramadan hingga Lebaran nanti. Petugas akan memperketat pengawasan dengan melibatkan langsung pihak Bank Indonesia. Masyarakat juga diminta lebih teliti saat melakukan transaksi pembayaran menggunakan uang tunai.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, kerawanan peredaran uang palsu bisa terjadi kapan saja, namun pada saat puasa Ramadan hingga Lebaran lebih tinggi. Disaat ini transaksi uang tunai mengalami peningkatan di masyarakat. Hal itu seperti terlihat dibeberapa pusat perdagangan baik pasar tradisional maupun modern.

Tingginya peredaran uang tersebut kemungkinan dimanfaatkan oleh oknum untuk berbuat jahat menyebar uang palsu. Berbagai modus rawan digunakan dan akan diantisipasi oleh polisi dengan memperketat pengawasan. Patroli lapangan diperbanyak disejumlah wilayah. Tujuannya untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Disisi lain masyarakat juga diminta wajib waspada dengan teliti saat menerima uang tunai dari orang lain. Dalam setiap transaksi harus dipastikan terlebih dahulu keaslian uang. Salah satu hal yang paling mudah dilakukan yakni dengan cara mengecek fisik uang.

"Peredaran uang palsu rawan dimanfaatkan oknum saat puasa Ramadan hingga Lebaran. Sebab disaat seperti sekarang ada peningkatan transaksi yang membutuhkan uang tunai di masyarakat. Karena itu kami minta masyarakat lebih waspada dan teliti," tegasnya di mapolres setempat, Kamis (16/05/2019).

Berbagai modus peredaran uang palsu dari oknum juga patut diwaspadai masyarakat. Salah satunya seperti menawarkan uang dalam jumlah banyak untuk ditukar atau dibeli menggunakan uang asli lebih sedikit. Apabila menemukan hal tersebut maka masyarakat patut curiga dan bila diperlukan maka bisa melaporkannya ke petugas.

Polres Sukoharjo hingga sekarang belum menemukan adanya pelanggaran atau peredaran uang palsu di masyarakat. Meski demikian polisi tetap gencar melakukan pengamanan sekaligus sosialisasi pencegahan ke masyarakat melalui berbagai media. Termasuk media sosial yang dimiliki seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk antisipasi maupun meminta para ahlinya untuk melakukan identifikasi uang palsu ketika dibutuhkan," lanjutnya.

Pengetatan pengawasan akan dilakukan Polres Sukoharjo menjelang Lebaran nanti dengan menyasar jasa penukaran uang baru. Mereka biasanya banyak ditemukan di berbagai tempat keramaian dan pinggir jalan menawarkan jasanya pada masyarakat.

Uang yang dibawa untuk ditawarkan pada masyarakat oleh jasa tersebut akan dicek petugas Polres Sukoharjo. Pengecekan sangat penting untuk memastikan keaslian dan pencegahan peredaran uang palsu. (Mam)