DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 16 Mei 2019 / 10:41 WIB

Bantul Waspadai Inflasi

BANTUL, KRJOGJA.com - DIY termasuk Bantul tengah mewaspadai tingginya inflasi yang prosentasenya melebihi nasional. Sementara itu dipetakan lima faktor penyebab tingginya inflasi di DIY.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Probo Sukesi, Rabu (15/05/2019), saat ditemui di Bantul menuturkan inflasi di DIY pada April mencapai 0,46 persen. Prosentase ini di atas rata-rata nasional yang hanya mencapai 0,44 persen. "Tingginya inflasi mengkhawatirkan karena inflasi menyebabkan kenaikan harga dan penurunan daya beli masyarakat," katanya.

Ditambahkannya lima faktor penyebab tingginya inflasi yakni tiket transportasi udara, bawang putih, bawang merah, kelapa dan telur ayam ras. Adapun harga telur ayam ras mencapai Rp 22.000 perkilogram, bawang merah Rp 30.000 perkilogram, dan bawang putih sebelumnya Rp 40.000 kini turun menjadi Rp 35.000 perkilogram. "Baru saja kami menerima 17 ton bawang putih kating impor dari China sehingga harga sudah agak stabil," jelasnya.

Ditegaskan Probo jika tidak ditangani dengan baik, inflasi tinggi berbahaya bagi perkembangan perekonomian suatu daerah. Pasalnya dengan harga tinggi dan daya beli warga menurun akan menurunkan aktivitas perekonomian kawasan tersebut. Hal yang dapat dilakukan yakni menstabilkan harga di pasar dan di kawasan produksi.

Terpisah, Kepala Bulog Divisi Regional DIY Rini Andrida, memastikan stok beras yang masih tersimpan di gudang sebesar 28.000 ton. Stok ini masih mencukupi hingga pasca Lebaran. "Lonjakan harga beras jelang hari raya wajar karena permintaan banyak terutama untuk zakat fitrah," katanya.

Selain beras beberapa kebutuhan pokok lain yang disiapkan meliputi 10.000 ton daging sapi, 4.000 ton gula pasir serta 57.000 liter minyak goreng. (Aje)