Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 16 Mei 2019 / 10:50 WIB

Indonesia-Malaysia Bahas Pemilu dan Isu Kemanusiaan

JENEWA, KRJOGJA.com -  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendampingi Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla bertemu Wakil PM Malaysia Datuk Seri Wan Azizah wan Ismail. Pertemuan dilaksanakan di Hotel Beau Rivage Jenewa, Swiss, Rabu (15/5 2019) waktu setempat.

Pertemuan bilateral tersebut sesuai permintaan pihak Malaysia untuk membahas beberapa agenda diantaranya, penyelenggaraan Pemilu serentak di Indonesia, perkembangan kerjasama bilateral terkait dengan ekonomi dan perlindungan WNI/TKI, isu diskriminasi terhadap komoditas kelapa sawit di Uni Eropa, isu Rakhine State, dan isu kerjasama kemanusiaan lainnya. 

Dalam pertemuan itu, Wapres menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 telah berjalan aman dan lancar.  Pemilu kali ini juga menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia karena dilaksanakan dalam waktu satu hari dengan jumlah pemilih yang terbesar. 

Wapres juga menyampaikan bahwa saat ini KPU masih melakukan rekapitulasi penghitungan suara.
 Hasil penghitungan suara oleh KPU rencananya  secara resmi akan diumumkan pada 22 Mei 2019.
Mengenai kerjasama di bidang ekonomi, Wapres mengatakan bahwa Malaysia merupakan investor terbesar ke-5 pada tahun 2018. nilai investasi Malaysia mencapai USD 1,77 milyar (1.276 proyek).  Malaysia juga menjadi mitra dagang terbesar ke-7 dengan nilai perdagangan bilateral USD 18,03 milyar pada tahun 2018.

Wisatawan asal Malaysia juga menjadi yang terbesar ke-2 yang datang ke Indonesia. Tercatat pada 2018 wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia sebanyak 2,5 juta orang. Namun semuanya itu bagi kedua negara masih perlu meningkatkan potensi kerja sama di bidang ekonomi. Terkait komoditas kelapa sawit, dalam kesempatan pertemuan tersebut Wapres mengajak Malaysia untuk bekerjasama dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada termasuk masifnya kampanye negatif di negara-negara Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit, padahal bagi kedua negara Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan dalam mencapai SDG's.

Di bidang perlindungan WNI/TKI, Wapres mengajak pemerintah Malaysia untuk menyepakati perjanjian bilateral di bidang penempatan dan perlindungan pekerja migran domestik Indonesia sebagai landasan hukum bersama. Wapres juga menyoroti perihal pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dengan mendorong finalisasi MoU kerjasama  pendidikan, dan peningkatan akses pendidikan melalui Community Learning Centres (CLC) di Malaysia. (Ati)