Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 16 Mei 2019 / 11:25 WIB

Soal People Power, Ini Komentar Perwakilan Umat Beragama Angkat Bicara

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Seruan kepada masyarakat menolak people power disampaikan sejumlah tokoh agama di Kabupaten Karanganyar.

Mereka berharap masyarakat tidak terpancing dengan gerakan atau seruan people power yang mengancam persatuan bangsa.

"Kami imbau masyarakat selalu menjaga ketertiban, keamanan, kerukunan, baik antara umat beragama maupun interen umat beragama. Bersabar dan tenang menunggu hasil Pemilu 2019. Serta menolak tindakan people power," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Karanganyar, Widadi Nur Widyoko, Rabu (14/5).

Dia menjelaskan perihal rencana aksi pengerahan massa yang akan dilakukan kelompok tertentu untuk menolak penetapan hasil pemilu oleh KPU, telah menimbulkan keresahan masyarakat. Menurutnya, jika ada pihak yang merasa bahwa ada pelanggaran dalam pemilu, dipersilakan untuk mengikuti prosedur yang berlaku.

Dia mengajak kepada semua umat beragama untuk selalu jaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama, terutama di Kabupaten Karanganyar sehingga tercipta suasana yang adem dan sejuk dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mojogedang, H Suhud merasa tak sejalan tujuan people power.

"Kita masyarakat di sini sungguh sangat menolak bermacam politik untuk menggulingkan pemerintah. Terutama people power yang inkonstitusional,” katanya.

Menurut ayahanda dari Bupati Karanganyar Juliyatmono ini, pemerintahan yang sah tidak bisa digoyang hanya karena pihak yang tak sejalan kalah dalam pemilu.
“Jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh kepentingan pihak yang ingin mengoyak konstutusi," ucapnya ketika ditemui di kediamannya di Dusun Bendungan Rt 01/Rw X Desa Kaliboto, Mojogedang.

Dia menolak people power karena bertentangan dengan demokrasi di negara Indonesia. "Kami ingin daerah aman dan kondusif, sehingga menerima hasil keputusan KPU nanti. Mari menjaga keamanan terutama di Mojogedang," tegasnya. (Lim)