DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 16 Mei 2019 / 01:42 WIB

FKM UAD Masuk Kampung Beri Pelatihan Kesehatan Reproduksi

BANTUL, KRJOGJA.com - Arus kecanggihan teknologi saat ini tak bisa dibendung, memasuki era revolusi industry 4.0 menjadikan teknologi sebagai layaknya dua sisi mata uang.

"Arus teknologi informasi di satu sisi memberikan kemudahan kepada pengguna untuk mendapatkan beragam informasi, tetapi di sisi lain justru menjadi boomerang apabila para pengguna mengakses laman website yang tidak bertanggungjawab," tutur Ratu Matahari SKM MKes, selaku Ketua Pelaksana kegiatan Pelatihan Kesehatan Reproduksi/Kespro di Potorono, Bantul. Kegiatan Life Skill Remaja Kespro di Era Revolusi Industri 4.0 diadakan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Garuda Pusaka bekerja sama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Ratu Matahari kepada KRJOGJA.com, Rabu (15/05/2019) mengatakan, sebuah survei yang dilakukan oleh kominfo menjelaskan bahwa sekitar 70% lebih responden yang merupakan kelompok remaja adalah pengguna internet. Hal tersebut tentunya sangat membantu remaja untuk mendapatkan informasi seputar tugas sekolah atau kuliah namun juga bisa membawa dampak buruk bagi remaja misalnya mudahnya akses terhadap situs porno, akses terhadap informasi kesehatan remaja yang tak dapat dipertanggungjawabkan dan kemudian akan berdampak kepada perilaku “coba-coba” yang bisa mengakibatkan terjadinya Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan aborsi illegal yang bisa mengancam keselamatan jiwa si Ibu atau bayi.

Berbicara mengenai kesehatan reproduksi bukanlah perkara yang mudah di negeri ini. Kesehatan reproduksi masih menjadi barang tabu untuk diperbincangkan. Memasuki era revolusi industry ini, para generasi alpha memang dimanjakan dengan segala kemudahan melalui kecanggihan teknologi, sehingga segala bentuk informasi mengenai kespro sangatlah mudah didapatkan dari yang benar hingga informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, kami dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD menginisiasi pelatihan life skill remaja dalam konteks kesehatan reproduksi di Era Revolusi Industri 4.0 dan bekerjasama dengan PIK-R Garuda Pusaka, Potorono Bantul. Kegiatan ini didukung sepenuhnya melalui APB LPPM UAD Tahun Akademik 2018/2019.

"Merealisasikan kegiatan ini, saya didukung dosen FKM-UAD, Fitriana Putri Utami, Dedik Sulistiawan," ujarnya.

Ditegaskan Ratu Matahari, kegiatan ini harapannya bisa menjadi awal untuk memberikan edukasi dan ketrampilan kepada remaja dalam menghadapi masalah remaja khususnya kesehatan reproduksi di era digital saat ini serta dapat menjadi kegiatan rutin untuk mengembangkan program kegiatan kampung KB yang diketuai  Atik Mudawamah dengan berlandaskan pada delapan prinsip keluarga yaitu agama, sosial dan budaya, cinta kasih, perlindungan, kesehatan reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan di Dusun Mertosanan Kulon, Kabupaten Bantul. (Jay)