Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 15 Mei 2019 / 19:55 WIB

Ribuan Jaringan Gas di Blora Mangkrak, Kok Bisa?

BLORA, KRJOGJA.com - Bupati Blora Djoko Nugroho menyayangkan ribuan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di wilayah ring satu Central Processing Plant (CPP) Pusat Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih yang ada di Kecamatan Kradenan yang telah terpasang sejak 2013 hingga kini mangkrak. Pendistribusian gas yang dijanjikan kepada warga sampai sekarang belum teraliri.

“Dulu saya ditawari program Jargas. Ketika itu saya tidak setuju jika diperuntukkan untuk warga kota Blora atau Cepu. Saya putuskan untuk masyarakat desa yang terdapat di ring satu CPP PPGJ Blok Gundih agar mereka bisa merasakan manfaat hasil buminya. Namun entah mengapa, dari 4.000 Jargas rumah tangga yang terpasnag sejak 2013, hingga kini baru sekitar 600 sambungan saja yang teraliri gas,” ungkap bupati saat menerima jajaran Perwakilan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) di kantor bupati, Rabu (15/05/2019).

Kunker dipimpin Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi. Tampak hadir Field Manager Pertamina EP 4 Cepu, Afwan Daroni, External Affairs Manager Exxon Mobil, Dave A Seta, dan perwakilan Pertamina EP Cepu ADK, Muhammad Karyanto.

Menurut bupati, pemasangan Jargas rumah tangga telah mengecawakan ribuan warga. Sedangkan jaringan gas rumah tangga di Kota Semarang sudah bisa mengalir. Padahal gasnya dari PPGJ Blok Gundih yang ada di Blora. “Tolong masalah ini segera bisa diselesaikan,” pintanya.

Selain masalah jargas, bupati juga mempertanyakan manfaat apa yang bisa dirasakan Kabupaten Blora setelah beroperasinya produksi migas oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK). “Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang rencana produksi PEPC ADK di Kabupaten Blora. Kami mohon agar Pemkab Blora dilibatkan sehingga daerah kami bisa mendapatkan efek positif dari aktifitas migas nanti,” harap bupati.

Menanggapi hal itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi berjanji akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna mencari jalan terbaik atas seluruh masalah yang diperoleh selama kunjungan di Blora.

“Sebagai orang baru, saya belum bisa memberikan jawaban. Masalah tersebut akan didiskusikan dahulu dengan pihak terkait. Paling tidak dalam dua bulan ke depan. SKK Migas nanti akan mengundang Pemkab Blora untuk diskusi lebih mendalam,” janjinya. (Tas)