Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 15 Mei 2019 / 18:30 WIB

Budayawan Banyumas Tolak People Power, Ini Alasannya

BANYUMAS, KRJOGJA.com - Ahmad Tohari, budayawan Banyumas  mengungkapkan menolak secara tegas gerakan people power. Penolakan itu disampaikan Rabu (15/4/201) saat ditemui di rumahnya, di Desa Tinggarjaya, Jatilawang.

Ia, menegaskan gerakan people power lebih mengarah kepada mengumpulkan massa banyak dengan gerakan yang memaksakan kehendak. "Saya tidak setuju, ada masalah ada jalur hukumnya, misal soal pemilu jika ada kecurangan pemilu bisa diselesaikan ke Mahkamah Konstitusi jangan dijalan," ungkapnya.

Menurutnya gerakan people power akan mengarah pada gerakan massa yang tidak terkendali dan hanya mendatangkan kerusakan dan kerugian. Untuk itu, ia mengimbau kepada tokoh-tokoh pemimpin massa supaya menghindari  people power. "Saya minta kumpulkan saja data-data kecurangan dan serahkan ke MK," pintanya.

Kepada tokoh dan pemimpin di Banyumas, Ahmad Tohari berharap  bisa memahami kewajiban setia pada undang-undang. Meski begitu ia mengira masyarakat di Banyumas sendiri tidak ada kecenderungan mengikuti gerakan people power.(Dri)