Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 15 Mei 2019 / 14:37 WIB

Alumni SMK 1 Purworejo Wakili Indonesia di WSC 2019

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Slamet Sarwo Edi, alumni SMK Negeri 1 Purworejo akan mengikuti World Skill Contest (WSC) 2019 di Kazan Rusia, Agustus 2019. Slamet menjadi wakil Indonesia berlaga dalam bidang 'protoype modelling' melawan kompetitor dari 12 negara.

Alumni tahun 2018  itu menjalani latihan di ruang Computer Numerical Controlling (CNC) SMK tersebut. "Ini latihan pertama Slamet di luar workshop kami di Toyota Learning Centre Jakarta. Kita kembali ke sekolah asal untuk berlatih, sekaligus mencari suasana berbeda," ungkap Section Head Skill Competition and Certification Toyota Learning Centre PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Agung Satriawan, kepada KRJOGJA.com, Rabu (15/05/2019).

Slamet berlatih membuat purwarupa alat transportasi bawah air berbahan chemical wood, menggunakan mesin CNC Milling. Prosesnya diawali dengan mendesain prototipe lewat program komputer. Selain itu, Slamet juga belajar membuat purwarupa lainnya, desain produk dan teknik permesinan.

Juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK nasional 2018 itu berlatih bersama sesama kompetitor, Syauqi Anwar, alumni SMK 26 Jakarta. Mereka berlatih di bawah bimbingan tim profesional Toyota Learning Centre. Slamet dijadwalkan tiga kali berlatih di bengkel SMK 1 Purworejo. "Sisa latihannya dilakukan di Jakarta. Sebetulnya, Slamet sudah setahun ini dididik ousat pendidikan kami dan diangkat sebagai karyawan PT TMMIN," ungkapnya.

Ditambahkan, PT TMMIN mendapat penugasan Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengikuti ajang WSC 2019 bidang 'prototype modelling' dan 'plastic die engineering'. Untuk cabang 'plastic die engineering', PT TMMIN memberangkatkan siswa SMK Singosari Malang Jawa Timur. "Untuk ajang tahun ini, kami targetkan medali emas. Melihat hasil latihan yang dilakukan dua kompetitor, kami yakin bisa meraihnya," tuturnya.

Slamet Sarwo Edi mengaku mempersiapkan keterampilan dan mental untuk mencapai target tersebut. Kedua komponen itu harus dilatih secara seimbang karena beratnya tantangan dalam kompetisi.

Peserta diminta membuat purwarupa yang hingga kini belum diketahui modelnya, dalam waktu 22 jam, yang dipecah selama empat hari. "Kalau dari Indonesia usul soal buat purwarupa kendaraan bawah air, negara lain juga usul soal produk beda, tinggal menunggu persetujuan ahli WSC. Kami siap membuat bentuk apapun dengan kombinasi alat CNC Milling, printer 3 dimensi dan peralatan manual," terangnya.

Alumni permesinan itu mengaku bangga berhasil lolos mewakili Indonesia pada ajang bergengsi tersebut. "Saya terinspirasi kakak kelas yang tahun sebelumnya dapat medali perak WSC di Qatar. Saya bertekad lebih dari dia dan jalan itu sudah terbuka," tegas warga Desa Mayungsari Kecamatan Bener itu.

Terpisah, Kepala SMK 1 Purworejo Budiyanto mengemukakan, Slamet dinilai bisa berbuat banyak dalam perlombaan tersebut. "Melihat karakter dan skil yang dimiliki, saya yakin Slamet bisa berprestasi," katanya. (Jas)