Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 15 Mei 2019 / 12:42 WIB

Siap Ikuti Aturan, Keluarga AGN Pertanyakan Penangkapan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Keluarga terduga teroris AGN (25) warga Perumahan Graha Tiara 2 RT 7 RW 1 Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura siap mengikuti proses aturan yang berlaku dalam penanganan kasus. Namun pihak keluarga meminta kepada Densus 88 untuk menjelaskan AGN terlibat kasus apa.

Isteri AGN, HAN, Rabu (15/5) menegaskan sama sekali tidak mengetahui apa kasus yang menyebabkan suaminya, AGN ditangkap Densus 88. Bahkan saat dilakukan penangkapan terhadap AGN, HAN sama sekali juga tidak mengetahui apabila tidak dikabari warga sekitar rumahnya.


BACA JUGA :

Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap Pedagang Es Dawet

Keluarga AGN juga siap membantu petugas apabila membutuhkan keterangan yang diperlukan. HAN berkeyakinan suaminya tidak bersalah.  "Bagaimana aturannya pihak keluarga siap untuk menyelesaikan masalah. Tapi keluarga juga butuh kejelasan dari petugas AGN ini ditangkap karena salah apa. Terlibat apa," ujarnya.

Keluarga terus berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura berkaitan dengan data kependudukan seperti diminta petugas. Sebab AGN sendiri merupakan warga pendatang dari Bayat, Klaten menikah dengan HAN dan tinggal dengan keluarga isterinya di Dukuh Sadakan, Gumpang, Kartasura. Identitas kependudukan AGN sesuai alamat tersebut.

AGN kemudian pindah dengan membeli rumah sendiri di Perumahan Graha Tiara 2 RT 7 RW 1 Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura. Namun AGN saat pindah rumah tersebut belum memindahkan alamat para kartu identitasnya yang baru.

"Ya kalau suami saya ditangkap jelas tidak ada yang menafkahi keluarga. Sebab AGN sekarang tidak bisa kerja lagi," lanjutnya.

Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Mogol Nuryanto mengatakan,  Pemerintah Desa Gumpang sudah menenangkan situasi lingkungan setelah sempat ramai ada penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri. Kondisi sekarang sudah normal kembali kondusif seperti semula. (Mam)

Mengenai AGN, pihak keluarga juga telah menemui Pemerintah Desa Gumpang untuk memberitahukan kejadian. Selain itu juga meminta bantuan pendampingan lingkungan. Sebab pasca kejadian rumah AGN dan keluarganya menjadi sorotan warga.

"Perkembangnya seperti apa kondisi AGN sekarang kami belum tahu karena jadi kewenangan Densus 88. Kalau kondisi keluarga isteri dan anaknya di rumah mereka masih menanyakan soal status AGN dan alasan penangkapannya," ujarnya.

Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap terduga teroris AGN (25) warga Perumahan Graha Tiara 2 RT 7 RW 1 Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Selasa (14/5). Namun terkait keterlibatan tindak teroris mana AGN belum bisa diketahui. Petugas usai menangkap juga melakukan penggeledahan di rumah AGN dan menyita sejumlah barang bukti.

Ketua RT 7 RW 1 Perumahan Graha Tiara 2, Gumpang, Kartasura, Nur Alim ditemui saat menyaksikan penggeledahan oleh Densus 88 di rumah AGN mengatakan, kronologis penangkapan terjadi saat AGN usai menjalankan salat subuh di mushola Al Arof tidak jauh dari rumahnya. AGN yang baru saja keluar dari mushola langsung ditangkap orang tidak dikenal dan dimasukan di dalam mobil dan dibuntuti dua buah sepeda motor.

Usai kejadian tersebut warga yang usai menjalankan salat subuh di mushola Al Arof kaget. Merekapun langsung berkerumun dan memberitahukan kepihak keluarga AGN. Keluarga yang mendapat kabar juga kaget karena tidak mengetahui siap yang menangkap AGN.

AGN sendiri di lingkungan dikenal ramah dan sering mengikuti kegiatan warga di perumahan. Nur Alim mengatakan, secara fisik dan tingkah laku juga tidak ada yang mencurigakan.  "Soal kenapa AGN ditangkap dan siapa yang menangkap saya tidak tahu pasti. Tapi dari keterangan petugas Polsek Kartasura yang datang menyaksikan penggeledahan rumah AGN katanya ditangkap Densus 88," ujarnya.

AGN diketahui baru tinggal di Perumahan Graha Tiara 2 RT 7 RW 1 Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura selama enam bulan. Sebelumnya AGN tinggal di rumah lain milik mertuanya di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura. (Mam)