DIY Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 15 Mei 2019 / 12:22 WIB

Mahasiswa UGM Ajak Anak Kenali 'Bapil' Lewat Game

SLEMAN, KRJOGJA.com - Lima mahasiswa UGM yakni GP. Wahyunanda Crista Yuda, Ris Hiskiel Najogi Sitinjak, Lutfiana Pasebhan Jati, Muhammad Fikri Abdillah dan Laksa Ersa Anugratama mengembangkan aplikasi game smartphone bertajuk “Meet Pharmy”. Game tersebut mengajak anak kenal lebih dekat tentang profesi apoteker sekaligus mengajak menjaga kesehatan. 

Lutfiana Pasebhan Jati, mengungkap game Meet Pharmy merupakan aplikasi gaming yang bercerita mengajari anak tentang tugas apoteker di bidang farmasi. Para mahasiswa melihat, saat ini anak kecil memegang perangkat elektronik yang hanya entertaining seperti games dan video. 

“Kami ciptakan story board dari awal hingga akhir tentang tugas apoteker. Pembuatan menggunakan software game dengan waktu 3 bulan dari sketsa hingga alur dan coding juga ujicoba dan saat ini sudah bisa didownload di playstore,” ungkapnya dalam bincang media Rabu (15/5/2019). 

Tak main-main, baru tiga bulan diluncurkan game yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tersebut sudah diunduh lebih dari 1000 pengguna dari berbagai negara dunia. “Game ini inovasi pertama setelah kami cek tak ada game yang menjelaskan dunia kefarmasian berupa konseling antara apoteker dan anak-anak,” sambung dia. 

Dalam game Meet Pharmy ini, gamers diajak untuk tahu obat-obat untuk menyembuhkan sakit seperti batuk, pilek dan demam. Audio dan visual pun dibuat menarik agar pemain game yang diharapkan anak-anal usia 2-14 tahun semakin bersemangat memainkannya. 

“Kami buat menarik penuh warna agar anak suka. Ada audio visual, karena game ini mengedukasi agar anak menjaga kesehatan. Ada pilihan sakit batuk, pilek (bapil) dan demam kemudian meracik obat dan digabungkan. Kemudian apa yang boleh dan tak boleh dilakukan saat sakit juga kita edukasikan dalam game dan kami harapkan bisa tertanam di benak anak-anak yang diingat hingga dewasa nanti untuk kesehatan dan berbuat apa ketika sakit,” sambung Wahyunanda Crista Yuda. 

Bagu orangtua, game ini juga memberikan narasi seputar penyakit yakni batuk, pilek dan demam. “Jadi, bagi orangtua harapannya game ini juga membantu ketika anak sakit, bisa menyadari pentingnya minum obat teratur agar lekas sembuh, karena si anak sudah bermain game dengan menyenangkan tentang apa yang harus dilakukan ketika sakit,” pungkasnya. (Fxh)