DIY Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 15 Mei 2019 / 12:07 WIB

Sikat Gigi usir Bau Mulut Diperbolehkan, Asal...

YOGYA,KRJOGJa.com - Istilah bau mulut orang puasa lebih harum daripada kasturi tidak bisa dimaknai secara fisik. Padahal bau tak sedap akan mengganggu kenyamanan saat berinteraksi dengan orang. Karena itu, menggosok  gigi pada saat puasa diperbolehkan asalkan sesuai dengan aturan.

Pemilik pondok pesantren Nurul Ummahat KH Abdul Muhaimin mengatakan, memasukan sesuatu dalam tubuh pada bulan Ramadan dengan cara disengaja secara agama hukumnya makruh. Bahkan, dikuatirkan membatalkan puasa nantinya. 

KH Abdul Muhaimin menjelaskan sikat gigi pada siang hari di bulan puasa boleh dilakukan asal tidak dengan pasta dan berkumur secukupnya. 

"Kebutuhan untuk sikat gigi pada siang hari boleh, misalnya saya harus berinteraksi dengan orang banyak kalau saya tidak sikatan baunya kemana-mana. Saya sikatan asal tidak pake pasta karena saya butuh untuk berinteraksi dengan orang lain. Itu boleh, sama halnya dengan kebutuhan memasak untuk mengetahui rasanya," kata KH Abdul Muhaimin.

KH Abdul Muhaimin selain menjaga kesehatan mulut, makna lain adalah saat berpuasa, umat muslim hendaknya bisa menahan diri dari omongan tak baik, mencela atau perbuatan buruk agar terlihat harum pada saat di Surga. " Pemaknaan tentang bau mulut orang puasa seperti minyak misik yang benar seperti itu. Jadi jangan salah arti. Umat muslim harus tetap menjaga kewibawannya saat berinteraksi dengan orang banyak. Salah satunya menghindari bau mulut yang berlebihan." ( Ive)