Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 15 Mei 2019 / 03:55 WIB

Dugaan Terorisme, WNI yang Ditangkap di Malaysia

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah Indonesia menyatakan telah meminta akses kekonsuleran kepada Malaysia untuk mengecek status terduga WNI yang ditangkap kepolisian setempat atas tuduhan merencanakan serangan teror di Negeri Jiran.

"PDRM (Polisi Diraja Malaysia) telah mengeluarkan rilis mengenai penangkapan 4 orang terduga radikalisme/terorisme. Dari keempat orang tersebut, terdapat seorang yang diduga WNI," jelas Direktorat Perlindungan WNI - Kemlu RI dalam keterangan pers pada Selasa (14/5/2019).

"KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada PDRM untuk memverifikasi dokumen dan kewarganegaraan terduga WNI yang dimaksud," lanjut pernyataan itu.

Empat pria telah ditangkap oleh polisi Malaysia pada akhir pekan lalu karena merencanakan pembunuhan dan serangan teror skala besar di Lembah Klang.

Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Abdul Hamid Bador mengatakan, keempatnya telah mengaku sebagai "sel teroris" terafiliasi ISIS dan sedang bersiap untuk menyerang pada pekan pertama Ramadan untuk membalas kematian pemadam kebakaran Muhammad Adib Mohd Kassim, yang teribat kerusuhan antar agama beberapa waktu lalu.

"Mereka berencana untuk membunuh orang-orang terkenal yang mereka tuduh tidak mendukung Islam atau menghina Islam," kata Bador seperti dilansir Channel News Asia, Senin 13 Mei.

"Selain itu, mereka juga merencanakan serangan besar-besaran terhadap tempat-tempat ibadah Kristen, Hindu dan Budha serta pusat-pusat hiburan di Lembah Klang," katanya kepada wartawan di markas polisi di Bukit Aman.

Muhammad Adib meninggal pada 17 Desember 2018 setelah terluka parah di tengah kekacauan di Kuil Sri Maha Mariamman Seafield di Selangor, tempat kerusuhan meletus terkait relokasi kuil.

Pemeriksaan atas kematiannya sedang berlangsung.Muhammad Adib meninggal pada 17 Desember 2018 setelah terluka parah di tengah kekacauan di Kuil Sri Maha Mariamman Seafield di Selangor, tempat kerusuhan meletus terkait relokasi kuil.

Pemeriksaan atas kematiannya sedang dilaksanakan oleh kepolisian Malaysia.(*)