Kisah Inspiratif Editor : Danar Widiyanto Selasa, 14 Mei 2019 / 19:50 WIB

Putri Pengangkut Sampah di Piyungan Ini Ikuti Jejak Jokowi

JUMARI (58) seorang pengangkut sampah warga Dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul tak bisa menutupi kegembiraan di wajahnya saat mengetahui sang putri bungsu, Alyza Firdaus Nabila diterima kuliah di UGM tanpa tes melalui jalur SNMPTN Undangan. Cita yang diusung setinggi langit agar anaknya kelak menjadi seorang sukses semakin tampak dekat tergapai saat Lyza, sapaan Alyza akan menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan, sama seperti Presiden Jokowi.

Profesi sebagai pengangkut sampah dijalani Jumari sejak 13 tahun terakhir. Setiap dua hari bersama anak sulungnya, ia mengangkut kantong-kantong sampah menggunakan mobil pick-up sewaan ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan.

Dahulu Jumari berprofesi sebagai supir panggilan namun karena usia tak lagi muda ia terpaksa beralih profesi sebagai pengangkut sampah. Hingga saat ini, keluarga Jumari pun masih menempati rumah kontrakan lantaran hanya mampu mengumpulkan penghasilan Rp 1,5 juta perbulan guna bertahan hidup seluruh keluarga.

Tak heran, keberhasilan Lyza masuk UGM menjadi sebuah kebahagiaan tertinggi bagi keluarga Jumari. Apalagi ketika mengingat anak pertama harus putus sekolah di SMA karena tak mampu membayar uang sekolah.

“Saya bangga dan bersyukur, anak kami Lyza bisa diterima kuliah di UGM. Ini menjadi kebahagiaan tertinggi bagi keluarga kami. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.

Sementara Lyza mengaku memang memiliki keinginan kuat untuk bisa masuk ke jenjang perguruan tinggi. Karena itulah dia selalu berusaha untuk tekun belajar dan berpretasi hingga akhirnya satu cita-citanya berhasil digapai.

Mengantongi predikat 2 besar di bangku SD dan SMP serta peringkat pertama di SMA, ternyata membuat gadis manis tersebut berhasil masuk UGM tanpa tes dan saat ini sedang mengajukan beasiswa BIDIKMISI agar mendapat keringanan biaya pendidikan selama kuliah nantinya.

Masuk jenjang perguruan tinggi pun diakui Lyza menjadi satu langkah untuk mewujudkan cita-citanya yang lain yakni sukses dan mampu mengangkat kehidupan keluarga. “Saya ingin sukses dan mengajak orangtua saya pergi haji nanti, sekarang saya harus terus belajar agar bisa lancar kuliah dan mendapat pekerjaan nantinya,” ungkapnya.

Cita-cita Lyza pun turut diamini sang ibu, Nur Hayati (49) yang mengungkap bahwa Lyza merupakan anak yang tekun dalam belajar dan rajin beribadah. “Kami orang tuanya hanya bisa mendukung doa semoga nantinya Lyza bisa lancar kuliahnya dan menjadi orang berhasil serta berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya memungkasi. (Fxh)