DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 14 Mei 2019 / 14:15 WIB

HET Bawang Putih Diharap Mampu Stabilkan Pasar

YOGYA, KRJOGJA.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas bawang putih jenis sinco sebesar Rp 32.000/kg pada tingkat konsumen dan pasar tradisional. Sedangkan untuk pasar ritel modern sebesar Rp 35.000/- kg diharapkan bisa menjadikan harganya lebih stabil. Walaupun dalam pelaksanaannya penetapan HET tersebut belum tentu efektif.

"Efektivitas penetapan harga tertinggi ataupun harga terendah sangat bergantung kemampuan lembaga bufferstocks seperti Bulog. Khususnya dalam memasok dan menyerap produk hasil pertanian termasuk bawang putih," kata pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Dr Y Sri Susilo MSi.

Menurutnya, dalam kondisi panen raya ada kecenderungan kelebihan pasokan. Sehingga harga bawang putih jadi merosot. Untuk itu perlu diterapkan kebijakan harga terendah.

Tentunya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan kemampuan Bulog untuk menyerap kelebihan produksi di pasar. Sebaliknya jika kondisi di pasar sedang terjadi kelangkaan produk. Misalnya bawang putih, kebijakan harga tertinggi dapat diterapkan.

"Konsekuensi dari kebijakan ini adalah lembaga penyangga Bulog harus mampu memasok kebutuhan pasar. Semua itu akan bisa terwujud apabila pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar diperoleh dari persediaan di gudang Bulog atau persediaan lainnya," terang Y Sri Susilo.

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta tersebut mengungkapkan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran adalah dengan menjamin ketersediaan produk. (Ria)