Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 14 Mei 2019 / 14:18 WIB

Gelombang Tinggi, Tangkapan Nelayan Turun

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Hasil tangkapan nelayan pesisir selatan Kabupaten Purworejo turun akibat cuaca ekstrim. Angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan sebagian besar nelayan libur melaut, ikan juga sulit ditangkap.

Nelayan Desa Jatimalang Tarip mengatakan, hanya tiga hingga empat perahu yang berani melaut. Padahal jumlah perahu nelayan di desa itu mencapai seratus. "Mereka tetap berangkat, harapannya dapat hasil maksimal. Namun kondisi laut membuat tangkapan sulit didapat," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (14/05/2019).

Sekali melaut satu perahu hanya mendapat 3 - 4 kilogram ikan. Jumlah tangkapan menurun drastis dibandingkan sebulan lalu yang bisa mencapai 50 kilogram.

Kendati demikian, Tarip mengaku bersyukur karena harga jual ikan yang cukup mahal pada musim paceklik. Harga lobster mencapai Rp 300 ribu perkilogram, sedangkan bawal Rp 250 ribu perkilogram. "Hasil sedikit, tapi harga mahal, kami tetap bisa dapat penghasilan lumayan," ucapnya.

Tarip memperkirakan kondisi tersebut berakhir saat lebaran. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, katanya, hasil tangkapan nelayan melonjak saat lebaran. "Biasanya saat lebaran kami panen ikan. Puasa tangkapan memang agak lama, namun terbayar saat panen kelak," terangnya.

Pedagang ikan di TPI Jatimalang Parjiyah menambahkan, pasokan masih tersedia meski hasil tangkapan nelayan menurun. Namun untuk bertahan, Parjiyah hanya berjualan pada akhir pekan dan libur nasional.

Ia mengaku tidak mengambil pasokan ikan tangkapan nelayan pantai utara Jawa. "Ikannya dari sini semua, kadang kalau tambak nila atau udang panen, kami juga ambil untuk dijual. Ikan air tawar juga jadi pelengkap dan menjaga stok, terutama saat tangkapan sulit," ujarnya. (Jas)