Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 14 Mei 2019 / 16:31 WIB

Enam Bulan Purworejo Bebas Malaria

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Upaya warga masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk memberantas penyakit malaria tak pernah henti. Terlebih Purworejo pernah menyandang predikat penderita malaria paling besar se wilayah Jawa dan Bali.

“Kini dalam enam bulan lebih Purworejo tidak ada malaria,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkers) Kabupaten  dr Sudarmi  MM, Selasa (14/5).

Dalam rapat kerja (raker) kesehatan tahun 2019 yang berlangsung di aula Kantor Dinkes Purworejo Sudarmi menandaskan, meskipun Purworejo sudah terbebas dari malaria, namun bukan berarti tidak ada ancaman. “Ancaman malaria itu terus berjalan, baik ancaman dari wilayah kita sendiri maupun penyakit impor yang dibawa pendatang,” jelasnya.

Ditekankan pula kepada para pimpinan Puskesmas di berbagai wilayah di Purworejo agar terus waspada terhadap sarangan malaria ini. Terlebih belakangan juga ada pasien masuk Puskesmas Kemiri yang terdeteksi terjangkit malaria. “Yang bersangkutan pendatang dan beruntung tidak sampai menular,” tandasnya.

Juga di Puskesmas Bener , Butuh dan lainnya. “Kita masih terus mencari. Kita cari sumbernya, apakah dari nyamuk yang bersarang di sini atau dibawa pendatang,” katanya.

Sudarmi juga berharap agar warga masyarakat berhati-hati terhadap pendatang, terutama dari luar Jawa. “Kalau bisa jangan sampai bermalam,” tegasnya. (Nar)