Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 13 Mei 2019 / 17:10 WIB

Jadi Sarang Buaya Muara, Pantai Utara Nusakambangan Semakin 'Ganas'

CILACAP, KRJOGJA.com - Kemunculan buaya muara (Crocodylus porosus) yang berkeliaran di sekitar perairan muara Bengawan Donan hingga Selat Nusakambangan, jumlahnya hanya satu. Kendati demikian, buaya tersebut ukurannya besar dengan panjang 3 meter lebih.  

"Sebenarnya sebulan lalu pernah muncul, tetapi karena tidak dipublikasikan sehingga tidak ramai. Dan Jumat lalu, buaya itu baru muncul kembali," ujar Pungky Prasetyo Supervisor PT SBI yang mengaku sempat memotret kemunculan kembali buaya itu, kepada Tim Gabungan Sat Polair, HNSI dan BKSDA, Senin (13/5/2019).

Dijelaskan, kemunculannya pun tidak setiap waktu tetapi hanya sekitar pukul 10.00 pagi, atau saat air laut pasang tinggi dan jumlahnya hanya satu ekor. Sedang kemunculannya lebih sering di sekitar perairan sekitar dermaga penambangan batu kapur Nusakambangan.

Menurutnya, keberadaan buaya muara di sekitar selat Nusakambangan itu belum sampai menelan korban, namun demikian untuk menghindari jatuhnya korban di sekitar dermaga penambangan batu kapur Nusakambangan milik PT SBI itu dipasangi papan peringatan 'Waspada Searangan Buaya'.

Kasat Polair AKP Huda Syafei mengatakan, kendati sudah berkali-kali melakukan pemantauan tidak juga mendapati buaya muara itu. Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau nelayan maupun pekerja tambang batu kapur Nusakambangan untuk waspada, agar jangan sampai ada korban dari keberadaan buaya itu.

Sedang Koordinator Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Jateng Resor Konservasi Wilayah Cilacap, Endi Suryo Heksianto mengaku kesulitan untuk mendekteksi sarang atau keberadaan buaya muara itu, karena munculnya itu sewaktu-waktu.

Padahal jika pernah mengetahui kemunculan buaya itu maka akan lebih gampang dalam mendektisi buaya itu, baik jenis serta ukurannya. Sekaligus pula kemungkinan keberadaan sarangnya. Untuk sementara dugaan sarang buaya itu berada di hutan pantai utara Nusakambangan.(Otu)