Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 13 Mei 2019 / 16:10 WIB

Puluhan Hektar Sawah Desa Bocor dan Ambalkumolo Kekeringan

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Akibat tak mendapatkan aliran air irigasi puluhan hektar sawah di Desa Bocor dan Ambalkumolo Kecamatan Buluspesantren Kebumen kekeringan. Padahal, baru seminggu lalu ditanami bibit padi.

"Saat penanaman bibit keadaan tanah masih basah karena baru turun hujan. Namun setelah itu hujan tak kunjung turun, sedangkan air irigasi ternyata tak bisa mengalir sampai ke sini," ujar petani Ambalkumolo, Amini, Senin (13/05/2019).

Menurut Amini para pemilik sawah mengkhawatirkan tanaman mereka akan puso bila suplai air irigasi tak kunjung mengalir atau hujan tak kunjung turun. Padahal saat bibit ditanam petani masih merasa yakin bila aliran air irigasi akan sampai
ke sawah mereka.

Adapun lokasi areal pesawahan yang tak mendapatkan kucuran air irigasi tersebut berada di utara jembatan Sungai Kedungbener Desa Bocor. Di utara jembatan Sungai Kedungbener tersebut sebenarnya terdapat areal pesawahan yang membentang luas dari
ujung barat ke ujung timur di perbatasan Desa Ambalkumolo dengan Tambakrejo dan perbatasan Desa Bocor dengan Tambakrejo.

"Dari pesawahan yang luas ini, air hanya mengalir di kawasan sebelah timur saja. Sedangkan di kawasan sebelah barat sama sekali tak menerima jatah air," ujar Amini.

Amini dan beberapa petani lain yang ditemui di lokasi pesawahan yang kering tersebut meminta agar  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen segera turun tangan untuk menangani permasalahan tersebut. Mereka berharap di tahun 2019 bisa 3 kali menanam padi seperti tahun 2018 lalu.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos, menyatakan akan mengecek terlebih dahulu lokasi sawah yang kekeringan tersebut. Setelah itu, akan dikoordinasikan dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Progo Bogowonto Luk Ulo tentang solusinya.(Dwi)